BERITA TERKINI
SBY Ingatkan Potensi Konflik Akibat Geopolitik Global, Dorong Penguatan Ekonomi dan Pertahanan

SBY Ingatkan Potensi Konflik Akibat Geopolitik Global, Dorong Penguatan Ekonomi dan Pertahanan

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika geopolitik global yang dinilai kian mengarah pada potensi konflik terbuka. Pesan itu disampaikan saat ia memberikan kuliah umum di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) kepada peserta P3N Angkatan 27 dan P4N Angkatan 69 Tahun Ajaran 2026, Senin (23/2/2026).

SBY menilai konstelasi global tengah bergerak dari era unipolar menuju multipolar. Dalam situasi tersebut, sejumlah kekuatan besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, hingga negara-negara BRICS disebut berperan membentuk arah persaingan dan kerja sama internasional. Menurutnya, perubahan ini menuntut Indonesia lebih cermat dalam menentukan posisi serta strategi.

Ia juga menekankan pemerintah perlu memahami kepentingan nasional pada berbagai tingkatan, mulai dari survival interest, vital interest, hingga major interest. SBY menyebut kemampuan untuk mengantisipasi dan menavigasi perubahan global harus menjadi perhatian seluruh elemen, termasuk kekuatan pertahanan negara.

“Ini sebetulnya satu kata bisa saya sampaikan, we have to navigate bangsa ini, pemerintah kita, semua termasuk kekuatan pertahanan negara harus bisa mengantisipasi, kemudian menavigasi semuanya itu,” ujar SBY.

Di bidang ekonomi, SBY menilai target pertumbuhan 7–8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo merupakan cita-cita yang realistis, selama didukung kerja keras dan kebijakan yang tepat. Ia menambahkan, ukuran keberhasilan pada akhirnya tercermin pada capaian produk domestik bruto (GDP), GDP per kapita, serta kesejahteraan masyarakat.

“Yang dilihat pada akhirnya adalah hasilnya GDP, GDP per kapita, dan kesejahteraan rakyat,” kata SBY.

SBY turut menegaskan politik luar negeri bebas aktif tetap relevan. Namun, ia mengingatkan prinsip tersebut tidak boleh dimaknai sebagai sikap ikut-ikutan. Menurutnya, bebas aktif berarti Indonesia bebas menentukan posisi dan aktif berdiplomasi dengan semua kekuatan global.