MOSKOW — Duta Besar Rusia untuk Inggris, Andrey Kelin, memperingatkan bahwa “payung nuklir” Inggris tidak akan memberikan keamanan tambahan yang berarti bagi negara-negara NATO lain di Eropa. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya pembahasan di Eropa mengenai pengembangan penangkal nuklir sendiri.
Diskusi tersebut menguat setelah Gedung Putih mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengurangi komitmen keamanannya kepada sekutu-sekutu Eropa, sembari memfokuskan perhatian pada pertahanan wilayahnya dan upaya membendung China.
Dalam perkembangan terkait, tahun lalu Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan keinginannya agar Jerman berada di bawah perlindungan “payung nuklir” Inggris dan Prancis, dua negara NATO di Eropa yang memiliki senjata nuklir.
Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson juga menyebut pada Januari bahwa pembicaraan mengenai bentuk perlindungan serupa telah berlangsung antara Stockholm dan London.
Kelin, dalam wawancara dengan surat kabar Rusia Izvestia pada hari Selasa, mengatakan bahwa “jelas bahwa ‘payung nuklir’ Inggris tidak akan mampu memberikan jaminan keamanan material tambahan” bagi Eropa.

