Rusia berencana menghentikan ekspor bahan bakar minyak (BBM), khususnya bensin, mulai 1 April 2026. Kebijakan ini dinilai berpotensi menambah tekanan pada pasokan BBM global, mengingat Rusia merupakan salah satu pemasok energi utama dunia.
Kementerian Energi Rusia saat ini mempercepat penyusunan regulasi formal terkait larangan ekspor bensin. Aturan tersebut disiapkan sebagai payung hukum agar aliran produk minyak dapat difokuskan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik mulai awal bulan depan.
Di sisi lain, sejumlah perusahaan energi nasional melaporkan bahwa cadangan bensin dan solar berada dalam status aman. Kondisi ini disebut didukung oleh tingkat utilisasi kilang yang tetap tinggi, sehingga kebutuhan nasional dapat dipenuhi tanpa bergantung pada dinamika pasar luar negeri yang sedang bergejolak.
Pasar internasional kini memantau dampak lanjutan dari langkah proteksionisme energi Moskow tersebut, termasuk pengaruhnya terhadap pergerakan harga minyak mentah dunia.

