Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis, 7 Mei 2026. Berdasarkan data per pukul 09.30 WIB, rupiah berada di level Rp17.363 per dolar AS, menguat sekitar 0,14% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di Rp17.387 per dolar AS.
Penguatan setara 24 poin itu menjadi perhatian pasar karena terjadi di tengah kondisi ekonomi global yang masih berfluktuasi. Pergerakan rupiah dipantau luas karena berpengaruh terhadap aktivitas ekspor-impor, harga barang, investasi, hingga daya beli masyarakat.
Salah satu faktor yang memberi ruang penguatan rupiah adalah pelemahan indeks dolar AS di pasar global. Per pukul 09.15 WIB, indeks dolar AS (DXY) tercatat melemah 0,09% ke level 97,935.
Dari sisi domestik, stabilitas ekonomi dan optimisme pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia turut menopang rupiah. Langkah bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar dinilai membantu meredam tekanan yang sebelumnya muncul akibat ketidakpastian global.
Meski penguatannya masih tipis, pergerakan ini dipandang sebagai sinyal positif bagi pasar keuangan nasional, terutama setelah rupiah sempat tertekan dalam beberapa bulan terakhir seiring kebijakan suku bunga tinggi di AS yang mendorong penguatan dolar secara luas.
Data Trading Economics juga menunjukkan rupiah dibuka pada level Rp17.363 per dolar AS pada 7 Mei 2026, lebih baik dibanding posisi 6 Mei 2026 di Rp17.387 per dolar AS. Perbaikan sentimen pasar disebut terjadi setelah periode tekanan akibat penguatan dolar AS di pasar global.
Selain itu, penguatan rupiah turut dikaitkan dengan arus modal asing yang mulai kembali masuk ke pasar domestik, seiring stabilnya inflasi dan prospek pertumbuhan ekonomi nasional. Bank Indonesia juga disebut terus menjalankan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing serta penguatan cadangan devisa untuk menekan volatilitas.
Namun, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan global, terutama ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang dunia, termasuk rupiah.
Sebelumnya, rupiah sempat mengalami tekanan menjelang akhir April 2026. Pada 29 April 2026, nilai tukar rupiah tercatat menyentuh Rp17.352 per dolar AS di tengah penguatan dolar AS secara global dan meningkatnya kecenderungan investor mencari aset yang dianggap lebih aman.
Memasuki Mei 2026, rupiah masih cenderung melemah, namun pada perdagangan 7 Mei 2026 rupiah berhasil menguat tipis ke Rp17.363 per dolar AS. Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan tetap dinamis mengikuti perkembangan ekonomi global dan domestik, termasuk indikator seperti inflasi, neraca perdagangan, serta arus investasi asing.