BERITA TERKINI
RSP Menang Pemilu Nepal, Analis Nilai Pengaruh China Berpotensi Menurun

RSP Menang Pemilu Nepal, Analis Nilai Pengaruh China Berpotensi Menurun

JAKARTA — Kemenangan Rashtriya Swatantra Party (RSP) dalam pemilu Nepal dinilai dapat mengubah peta politik negara Asia Selatan tersebut dan berpotensi memengaruhi hubungan Kathmandu dengan China. Beijing selama ini diketahui memiliki kedekatan dengan partai-partai komunis di Nepal.

Dikutip dari Nepal Aaja, Sabtu (28/3/2025), sejumlah analis menilai hasil pemilu ini menjadi tantangan bagi Beijing. Pasalnya, partai-partai komunis yang selama ini dipandang sebagai mitra politik utama China disebut kehilangan pengaruh signifikan dalam lanskap politik Nepal.

Kemenangan RSP semakin menonjol setelah pemimpinnya, Balendra Shah, mengalahkan mantan Perdana Menteri K.P. Sharma Oli di daerah pemilihan Jhapa-5, yang dikenal sebagai basis kuat Oli. Hasil tersebut membuka jalan bagi Shah untuk muncul sebagai kandidat kuat perdana menteri berikutnya.

Para pengamat menilai hasil pemilu ini mencerminkan perubahan preferensi pemilih, terutama dari kalangan muda, yang menolak dominasi lama partai-partai komunis.

Dampak terhadap pengaruh China

Selama bertahun-tahun, China disebut berupaya mendorong persatuan partai-partai kiri di Nepal untuk membentuk pemerintahan yang stabil dan sejalan dengan kepentingan Beijing. Namun, dengan melemahnya kekuatan politik kelompok tersebut, pengaruh China dinilai berpotensi berkurang.

Sejumlah analis juga menyebut tanda-tanda penurunan pengaruh Beijing telah muncul sejak gelombang protes besar pada September 2025 yang berujung pada mundurnya K.P. Sharma Oli. Protes yang dikenal sebagai gerakan “Gen Z” itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 77 orang serta menyebabkan kerusakan pada gedung parlemen dan sejumlah fasilitas pemerintah.

Sejak peristiwa tersebut, Nepal dipimpin pemerintahan sementara di bawah Perdana Menteri Sushila Karki. Pemerintah interim itu berulang kali menegaskan komitmen terhadap kebijakan “Satu China”, namun dinilai belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran Beijing.

Dalam beberapa bulan terakhir, China dilaporkan mengirim sejumlah delegasi resmi dan semi-resmi ke Nepal untuk memantau perkembangan politik serta implikasinya terhadap hubungan bilateral kedua negara.