BERITA TERKINI
Reuni Tom Haye dengan Patrick Kluivert dan Alex Pastoor di Timnas Indonesia, Peran Keluarga Jadi Penentu

Reuni Tom Haye dengan Patrick Kluivert dan Alex Pastoor di Timnas Indonesia, Peran Keluarga Jadi Penentu

Timnas Indonesia mengambil langkah besar pada Januari 2025 dengan mengakhiri kerja sama dengan Shin Tae-yong dan menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih baru. Keputusan tersebut menyita perhatian publik sepak bola Tanah Air.

Di tengah sorotan itu, momen ini membawa arti tersendiri bagi Tom Haye. Gelandang tersebut kembali dipertemukan dengan dua sosok yang pernah menanganinya di AZ Alkmaar: Patrick Kluivert yang pernah menjadi pelatih tim junior AZ Alkmaar pada 2008, serta Alex Pastoor yang pernah menjadi asisten pelatih AZ Alkmaar pada 2014.

Haye menggambarkan pertemuan kembali itu seperti kembali ke titik semula. Ia mengaku merasa seperti berada di rumah sendiri dan semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari Kanal YouTube Football Bes Reborn (17/1), Haye menilai kolaborasi Kluivert dengan staf kepelatihan terlihat solid. “Jika Anda lihat kolaborasi Patrick Kluivert dan staf, Anda bisa lihat mereka tim yang hebat yang saling melengkapi untuk bekerja sama dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menilai tantangan besar menanti Kluivert dan Pastoor karena harus menangani negara dengan atmosfer sepak bola yang sangat kuat. “Ini akan menjadi tantangan bagi Patrick Kluivert dan Alex Pastoor karena mereka melatih negara yang sangat gila sepak bola,” kata Haye.

Di balik reuni tersebut, Haye menyebut keluarganya menjadi faktor kunci yang mendorongnya membela Timnas Indonesia. Kedekatannya dengan kakek dan nenek disebut sebagai salah satu alasan yang menguatkan keputusannya untuk bermain bagi Indonesia.

Puncak dorongan itu terjadi pada Desember 2023 ketika ia dihubungi perwakilan Timnas Indonesia. Haye menyebut sang nenek mendesaknya untuk menerima tawaran tersebut, dan ia pun memutuskan bergabung tanpa berlama-lama.

Namun, keputusan itu juga dibayangi momen duka. Nenek Haye meninggal dunia sehari sebelum ia menjalani pengambilan sumpah sebagai warga negara Indonesia. Peristiwa tersebut menjadi titik emosional yang memperkuat tekadnya untuk menghormati kenangan sang nenek.

Dalam kutipan dari kanal YouTube Starting Eleven Story (9/3), Haye menyampaikan bahwa Indonesia memiliki makna khusus baginya terkait nilai keluarga. “Indonesia adalah gambaran bukti nyata dari nilai-nilai keluarganya yang mendalam,” ucapnya.

Dukungan keluarga Haye juga hadir secara langsung di stadion. Keluarganya disebut menonton pertandingan perdananya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Bahkan, untuk pertama kalinya, kedua orang tuanya yang takut terbang bersedia melakukan perjalanan ke Jakarta untuk menyaksikannya bermain melawan Filipina.

Seusai laga, Haye berlari ke pinggir lapangan untuk memeluk keluarganya. Momen itu menjadi penutup emosional yang menegaskan bahwa perjalanan Haye bersama Timnas Indonesia tak hanya soal sepak bola, tetapi juga tentang ikatan keluarga yang kuat.