BERITA TERKINI
Rain Perluas Keanggotaan Visa ke Asia Pasifik untuk Dorong Infrastruktur Pembayaran Berbasis Stablecoin

Rain Perluas Keanggotaan Visa ke Asia Pasifik untuk Dorong Infrastruktur Pembayaran Berbasis Stablecoin

Rain, penyedia infrastruktur pembayaran yang didukung stablecoin, mengumumkan perluasan keanggotaan Visa ke kawasan Asia-Pasifik (APAC). Langkah ini memperluas jejak penerbitan kartu Rain di wilayah tersebut dan ditujukan untuk membantu mitra meluncurkan serta meningkatkan program kartu kredit konsumen dan korporat di sejumlah negara yang dinilai sangat aktif secara digital.

Perusahaan menyebut peluncuran awal dari ekspansi ini ditargetkan pada kuartal kedua 2026. Rain juga menyatakan ekspansi tersebut dibangun di atas infrastruktur penerbitan yang sudah ada, sekaligus menghadirkan kehadiran yang teregulasi di kawasan Asia Pasifik untuk memperkuat kemampuan penerbitan jangka panjang serta memberi stabilitas regional yang lebih besar bagi mitra.

Rain menilai pencapaian ini menjadikannya salah satu dari sedikit platform infrastruktur stablecoin yang memiliki program pendukung Keanggotaan Visa langsung pada skala tersebut. Asia-Pasifik dipandang sebagai kawasan yang menonjol dalam adopsi aset digital, termasuk penggunaan stablecoin dan aktivitas pengiriman uang lintas negara.

Menurut data Dana Moneter Internasional (IMF) yang dikutip dalam pengumuman perusahaan, Asia-Pasifik menyumbang lebih dari 500 miliar dolar AS dalam transaksi stablecoin pada 2024, menjadikannya kawasan terbesar kedua secara global setelah Amerika Utara.

CEO sekaligus Co-Founder Rain, Farooq Malik, mengatakan perusahaan ingin menyederhanakan peluncuran program kartu global bagi bisnis yang beroperasi lintas negara. Ia menyebut ekspansi ke Asia-Pasifik memungkinkan mitra membangun dan meningkatkan program global melalui satu platform, sementara stablecoin berperan dalam mekanisme penyelesaian transaksi di belakang layar.

Rain memaparkan sejumlah kasus penggunaan yang ditargetkan dari ekspansi ini. Pertama, pembayaran konsumen dan ritel, di mana mitra dapat meluncurkan program kartu bermerek Visa di Asia Pasifik dengan penerimaan di lebih dari 150 juta lokasi merchant secara global, sementara penyelesaian berbasis stablecoin berjalan di belakang layar tanpa mengubah pengalaman penggunaan kartu bagi konsumen.

Kedua, pengiriman uang yang dapat dibelanjakan secara instan. Rain menyatakan infrastruktur kartu yang didukung stablecoin memungkinkan penerima remitansi langsung membelanjakan dana di merchant yang menerima Visa di seluruh dunia, sekaligus mengurangi ketergantungan pada arus tunai dan transfer bank yang dinilai mahal.

Ketiga, perbendaharaan perusahaan dan pembayaran global. Rain menyebut bisnis berbasis ekspor di Asia-Pasifik dapat memanfaatkan infrastruktur tersebut untuk mengelola operasi perbendaharaan multi-mata uang, mendanai kartu korporat, serta mendistribusikan pembayaran kepada tenaga kerja dan rantai pasokan global.

Dalam model yang dijelaskan perusahaan, pemegang kartu tetap bertransaksi seperti biasa di merchant, sementara penyelesaian stablecoin dilakukan secara efisien di belakang layar. Rain menyatakan arsitektur ini ditujukan untuk membantu perusahaan memodernisasi infrastruktur keuangan tanpa perlu mengubah perilaku konsumen maupun penerimaan pedagang.

Crypto Lead Visa untuk Asia Pasifik, Nischint Sanghavi, mengatakan Visa berkomitmen mendukung mitra inovatif dan memperluas akses global terhadap pembayaran digital. Ia menyebut kolaborasi dengan Rain mencerminkan fokus Visa untuk menghadirkan pengalaman pembayaran yang aman dan terukur seiring perkembangan aset digital.

Rain menambahkan bahwa ekspansi ini menjadi awal pengembangan strategis yang lebih luas di Asia Pasifik, dengan pasar tambahan dan kemampuan program yang diharapkan hadir sepanjang 2026 dan seterusnya.