BERITA TERKINI
Purbaya: APBN Masih Mampu Redam Dampak Kenaikan Harga Minyak Dunia, BBM Bersubsidi Belum Akan Naik

Purbaya: APBN Masih Mampu Redam Dampak Kenaikan Harga Minyak Dunia, BBM Bersubsidi Belum Akan Naik

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih cukup kuat untuk menyerap dampak kenaikan harga minyak global. Pemerintah, menurutnya, menanggung kenaikan biaya energi agar masyarakat tidak langsung merasakan dampaknya melalui kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Di luar tidak ada gejolak berarti kan sekarang? Karena pemerintah meng-absorb kenaikan biayanya,” ujar Purbaya dalam wawancara doorstop di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia di Jakarta, Senin.

Purbaya menegaskan pemerintah tidak memiliki rencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Ia mengatakan, salah satu fungsi kebijakan fiskal adalah menjadi peredam gejolak ekonomi global, termasuk ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan.

Ia menilai, bila kenaikan harga minyak langsung diteruskan ke harga BBM di dalam negeri, kondisi itu berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menekan daya beli masyarakat.

Menurut Purbaya, kemampuan APBN untuk menahan kenaikan harga minyak masih memadai dalam kondisi saat ini. Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai potensi kenaikan lebih lanjut mengingat harga minyak dunia yang fluktuatif.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan harga minyak dunia mencapai 150 dolar AS per barel, Purbaya berpendapat lonjakan tersebut kemungkinan tidak akan bertahan lama karena dapat memicu resesi global.

“Tidak apa-apa kalau harga minyak ke level 150 dolar AS per barel, kita pasti selamat. Kita tidak akan hancur. Tidak akan lama di 150 dolar, karena semuanya akan resesi. Setelah itu biasanya harga akan jatuh lagi,” katanya.

Ia mencontohkan lonjakan harga minyak pada masa lalu yang sempat mencapai sekitar 150 dolar AS per barel sebelum akhirnya turun drastis. Menurutnya, hal itu menunjukkan ekonomi global tidak dapat bertahan lama apabila harga energi terlalu tinggi.

Purbaya juga menilai produsen minyak pada akhirnya tidak akan membiarkan harga terlalu tinggi dalam waktu lama. Alasannya, harga yang terlalu tinggi dapat menurunkan permintaan energi seiring perlambatan ekonomi global.

Di sisi lain, pemerintah disebut tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila harga minyak dunia terus meningkat dalam jangka panjang. Dalam kondisi tertentu, pemerintah akan melakukan penyesuaian kebijakan anggaran guna meminimalkan dampaknya terhadap perekonomian nasional.

Saat ditanya mengenai kemungkinan penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk pelebaran defisit anggaran, Purbaya menyebut kondisi fiskal saat ini masih aman sehingga langkah tersebut belum menjadi pembahasan. Menurutnya, evaluasi baru akan dilakukan apabila harga minyak tinggi bertahan lama.

“Anggarannya masih aman. Kalau harga minyak tinggi terus dan bertahan lama, baru kita hitung ulang seperti apa kondisi anggarannya. Tapi tidak langsung Perppu,” ujar Purbaya.