Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti konflik militer di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menurut Puan, eskalasi tersebut mencerminkan dinamika hubungan internasional yang sarat kepentingan strategis dan menjadi tantangan bagi tata kelola global ke depan.
“Konflik antara AS, Israel, dan Iran tidak hanya mencerminkan pertentangan kepentingan di tingkat regional. Tetapi juga menggambarkan tantangan besar bagi tata kelola global ke depan,” kata Puan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Puan menilai meningkatnya eskalasi di kawasan tersebut memperlihatkan penggunaan kekuatan militer yang mengabaikan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara. Ia juga menyinggung dominasi negara tertentu atas negara lain, berkurangnya peran lembaga multilateral dalam mencegah meluasnya konflik, serta kegagalan sistem keamanan global menjaga keseimbangan kepentingan antarnegara.
“Eskalasi konflik memperlihatkan dominasi negara tertentu atas negara lain. Mengabaikan peran lembaga multilateral mencegah konflik yang lebih luas, serta kegagalan sistem keamanan global menjamin keseimbangan kepentingan antarnegara,” ucap Puan.
Dalam situasi ini, Puan menegaskan pentingnya penguatan hukum internasional sekaligus peran lembaga internasional untuk menjaga perdamaian, keadilan, stabilitas dunia, serta hak setiap negara dalam mempertahankan kedaulatannya.
Ia menyatakan DPR mendukung berbagai upaya dan inisiatif diplomasi agar seluruh pihak menahan diri dan menghindari eskalasi. Puan juga menekankan penyelesaian sengketa harus ditempuh melalui cara damai dengan mengedepankan penghormatan terhadap kedaulatan negara.
“DPR mendukung setiap upaya dan inisiatif diplomasi seluruh pihak dapat menahan diri dan menghindari eskalasi konflik. Mengedepankan penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta menyelesaikan sengketa secara damai,” ujar Puan.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan memfasilitasi dialog antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel untuk meredakan ketegangan keamanan di Timur Tengah. Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan kesediaannya bertolak ke Teheran sebagai bagian dari upaya mediasi apabila diperlukan, sebagaimana disampaikan Kementerian Luar Negeri RI menanggapi serangan pada Sabtu (28/2/2026).
Kemlu RI menyayangkan kegagalan proses perundingan sebelumnya antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai berujung pada meningkatnya eskalasi militer di kawasan. Melalui keterangan resmi di media sosial X, pemerintah Indonesia mengajak semua pihak menahan diri serta mengutamakan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog damai.
Indonesia juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap integritas wilayah setiap negara serta penyelesaian perbedaan secara damai demi menjaga stabilitas keamanan global.

