BERITA TERKINI
Ketegangan Timur Tengah Tekan Pasar: IHSG Terkoreksi Tajam, Investor Beralih ke Aset Aman

Ketegangan Timur Tengah Tekan Pasar: IHSG Terkoreksi Tajam, Investor Beralih ke Aset Aman

Pekan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup dengan catatan negatif setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam. Volatilitas yang terjadi sepanjang sesi perdagangan dipicu memburuknya sentimen pasar global.

Tekanan tersebut mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah. Eskalasi konflik mendorong pelaku pasar melakukan aksi jual dan mengalihkan dana ke instrumen yang dinilai lebih aman.

Berdasarkan data penutupan perdagangan, IHSG tercatat melemah signifikan hingga menembus level psikologis penting. Kondisi ini menunjukkan sentimen negatif dari pasar internasional turut menekan kinerja pasar domestik secara substansial.

Analis Pasar Sekuritas, Riko Aditya, menilai ketidakpastian suplai energi global menjadi salah satu variabel risiko terbesar saat ini. Menurutnya, apabila konflik berlanjut, harga komoditas seperti minyak mentah berpotensi kembali melonjak.

“Investor cenderung mengurangi eksposur risiko pada pasar saham ketika terjadi ketegangan geopolitik yang intens,” ujar Riko. Ia menambahkan, pergerakan IHSG saat ini sangat sensitif terhadap perkembangan terbaru di Timur Tengah, tercermin dari koreksi tajam yang terjadi setelah muncul laporan mengenai eskalasi ketegangan.

Di tengah gejolak tersebut, Riko juga mengamati peningkatan permintaan terhadap obligasi pemerintah dan emas sebagai instrumen pelindung nilai. “Kami mengamati adanya peningkatan permintaan terhadap obligasi pemerintah dan emas sebagai instrumen pelindung nilai di tengah gejolak yang terjadi saat ini,” katanya.

Selain pasar saham, nilai tukar Rupiah turut terpengaruh oleh sentimen global. Pelemahan Rupiah terjadi seiring meningkatnya kembali arus modal keluar dari pasar investasi di Indonesia.

Ke depan, pelaku pasar disebut memantau perkembangan diplomatik internasional untuk mencari sinyal meredanya ketegangan. Selain itu, keputusan kebijakan moneter bank sentral global juga menjadi perhatian utama dalam beberapa waktu mendatang.