BERITA TERKINI
PT Dexin Steel Indonesia Bangun PLTS Atap di Kawasan IMIP Morowali

PT Dexin Steel Indonesia Bangun PLTS Atap di Kawasan IMIP Morowali

Perusahaan-perusahaan di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus meneguhkan komitmen penerapan prinsip keberlanjutan melalui efisiensi sumber daya dan upaya meminimalkan dampak proses produksi. PT IMIP selaku pengelola kawasan industri mineral terintegrasi mendorong transisi energi melalui inisiatif yang dijalankan tenant-tenant di dalam kawasan.

Salah satu upaya tersebut dilakukan PT Dexin Steel Indonesia (DSI) melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Proyek ini menjadi bagian dari langkah IMIP memperluas pemanfaatan energi terbarukan sebagai sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan, seiring meningkatnya kebutuhan energi. Inisiatif tersebut juga diposisikan sebagai respons terhadap arah kebijakan pemerintah terkait pemanfaatan energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon.

PLTS yang dibangun PT DSI mengusung konsep tenaga surya terdistribusi berbasis atap, dengan pemasangan panel di atas bangunan industri yang sudah ada sehingga tidak memerlukan pembukaan lahan baru. “Dengan memanfaatkan atap fasilitas industri, kami bisa mengoptimalkan ruang yang tersedia sekaligus meminimalkan dampak lingkungan,” kata Cui Bao Yong, Perwakilan Manajemen PT DSI, Sabtu (24/01/2026). Menurutnya, pendekatan ini dipilih untuk efisiensi ruang, mempercepat proses pembangunan, serta mengurangi kehilangan energi yang umumnya terjadi pada transmisi jarak jauh.

Pengembangan PLTS Atap tersebut dilakukan melalui mekanisme pelaporan PT DSI kepada manajemen PT IMIP. Setelah disetujui, PT IMIP memberikan dukungan, terutama dari sisi kelistrikan yang dikoordinasikan Land Planning and Infrastructure Department.

Pelaksanaan proyek “ruang emas” PLTS Atap dikerjakan Longyuan Weide, perusahaan rekanan PT DSI di Tiongkok yang bergerak di bidang pembangunan proyek energi terbarukan, mulai dari konstruksi dasar (sipil), commissioning, hingga operasi komersial. Secara teknis, PLTS Atap PT DSI memiliki kapasitas terpasang 65,89 MWp, dengan 119.800 panel surya silikon monokristalin berdaya efisiensi tinggi yang dipasang pada area atap sekitar 396.700 meter persegi. Sistem ini juga dilengkapi penyimpanan energi 22 MW/22 MWh untuk menjaga kestabilan pasokan listrik dan pengaturan frekuensi.

Cui Bao Yong menyebut, progres perluasan pembangkit surya berkapasitas 18 MW untuk pabrik bahan baku telah mencapai 80 persen, sementara panel 47,89 MW masih dalam tahap perencanaan. Adapun tahap penghubungan ke jaringan listrik disebut masih dalam proses negosiasi.

Dalam integrasi PLTS dengan jaringan listrik yang sudah ada, IMIP melalui Departemen Land Planning and Infrastructure memberikan dukungan teknis, termasuk pengaturan stabilitas frekuensi dan rekomendasi penggunaan sistem penyimpanan energi. Dengan skema ini, PLTS berperan sebagai sumber energi tambahan yang secara bertahap ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbasis batu bara. Listrik dari PLTS tersebut terutama digunakan untuk kebutuhan operasional pabrik dan perkantoran PT DSI.

Skema pemakaian mandiri dengan penyaluran surplus juga memungkinkan pemanfaatan energi surya lebih optimal sekaligus membantu menstabilkan sistem kelistrikan di kawasan IMIP. “Apabila terjadi kelebihan produksi, energi tersebut dapat disalurkan ke jaringan listrik kawasan industri,” ujar Cui Bao Yong.

Dari sisi lingkungan, pengoperasian PLTS PT DSI disebut berpotensi menurunkan emisi karbon dioksida lebih dari 81 ribu ton per tahun. Untuk proyek 18 MW saja, penurunan emisi diperkirakan berada pada kisaran 14.250–17.500 ton per tahun.