Jakarta — Harga emas batangan Antam kembali menjadi sorotan pelaku pasar dan investor ritel menjelang Maret 2026. Periode ini kerap dikaitkan dengan momentum musiman di dalam negeri serta dinamika ekonomi global yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas.
Secara umum, harga emas domestik tidak berdiri sendiri. Pergerakannya dipengaruhi tren harga emas dunia, kebijakan suku bunga bank sentral, serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Karena itu, proyeksi harga emas Antam pada Maret 2026 perlu dibaca dengan mempertimbangkan kombinasi faktor fundamental dan sentimen pasar.
Tren harga emas Antam menuju Maret 2026
Data harga emas batangan Antam menunjukkan kecenderungan menguat sepanjang awal 2026. Pada awal Februari, harga emas Antam ukuran 0,5 gram disebut berada di kisaran Rp1,8 juta, yang dinilai mencerminkan permintaan domestik yang stabil.
Sementara itu, data Januari mencatat harga emas Antam sempat mencapai hampir Rp2,9 juta per gram. Penguatan tersebut dikaitkan dengan meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah ketidakpastian global, sehingga menjadi salah satu pijakan untuk membaca posisi harga menjelang Maret.
Selain faktor historis, unsur musiman juga ikut membentuk ekspektasi pasar. Sejumlah perkiraan menyebut harga emas domestik berpotensi menguat memasuki awal Maret, dengan kemungkinan menembus di atas Rp3 juta per gram apabila tren global mendukung. Dalam beberapa periode, permintaan lokal pada momen tertentu seperti Ramadhan kerap disebut dapat memicu lonjakan harga emas di Indonesia.
Faktor global yang memengaruhi harga emas
Proyeksi harga emas global untuk 2026 secara umum digambarkan memiliki kecenderungan bullish. Kondisi ini berpotensi ikut mendorong harga emas fisik di pasar domestik, termasuk emas Antam.
Beberapa lembaga keuangan besar disebut memperkirakan kenaikan harga emas per ounce sepanjang 2026. UBS, misalnya, menaikkan target harga emas menjadi sekitar US$6.200 per troy ounce untuk bulan Maret. Sementara JP Morgan memproyeksikan harga emas dapat mencapai hingga US$6.300 per ounce pada akhir 2026.
Di luar itu, prediksi lain menempatkan konsensus analis pada rentang beberapa ribu dolar per ounce sepanjang 2026, dengan rata-rata proyeksi sekitar US$4.000 hingga US$5.300 per ounce, bergantung pada asumsi permintaan, suku bunga, dan faktor makroekonomi lainnya. Ekspektasi tersebut mencerminkan pandangan bahwa emas tetap dipertimbangkan sebagai aset lindung nilai terhadap risiko ekonomi global.
Proyeksi harga emas Antam pada Maret 2026
Dengan menggabungkan tren domestik dan proyeksi global, harga emas Antam menjelang Maret 2026 diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatan dibanding level awal tahun. Namun, pergerakan harga tetap berisiko volatil karena dipengaruhi perubahan harga emas dunia, pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS, serta arah kebijakan moneter global.
Apabila harga emas dunia bertahan tinggi, harga emas batangan Antam di pasar domestik cenderung mengikuti arah tersebut, meski tetap dipengaruhi penyesuaian kurs dan biaya distribusi lokal. Dalam skenario bullish, harga Antam disebut berpeluang menembus level psikologis baru di atas Rp3 juta per gram pada Maret 2026.
Emas dalam bentuk aset kripto berbasis emas
Perkembangan teknologi blockchain turut membuka opsi kepemilikan emas dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas. Salah satu yang disebut populer adalah Pax Gold (PAXG), yang diklaim memiliki jaminan 1:1 dengan satu troy ons emas batangan fisik London Good Delivery yang disimpan di brankas di London. PAXG dikelola oleh Paxos Trust Company dan disebut berada di bawah pengawasan otoritas keuangan New York.
Token PAXG tersedia untuk diperdagangkan di berbagai bursa kripto dan kerap dipandang sebagai alternatif bagi pihak yang ingin melakukan lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, dengan fleksibilitas transaksi berbasis blockchain.

