BERITA TERKINI
Prabowo Soroti Tiga Ancaman Krisis Global: Pangan, Energi, dan Air

Prabowo Soroti Tiga Ancaman Krisis Global: Pangan, Energi, dan Air

Presiden Prabowo Subianto menyoroti tiga ancaman krisis global yang dinilai perlu diantisipasi setiap negara, yakni krisis pangan, energi, dan air. Menurut Prabowo, ketiga sektor tersebut sejak lama ia yakini sebagai faktor penentu keselamatan sebuah bangsa.

Prabowo menyampaikan pandangannya itu dalam taklimat pada rapat kerja pemerintah Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Ia mengatakan isu tersebut juga telah diproyeksikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai potensi krisis yang dapat melanda dunia.

“Dalam sekian tahun, saya telah meyakini dan saya telah menyebarluaskan hal-hal pokok yang saya yakini adalah dasar keselamatan bangsa. Dan ini dibenarkan oleh PBB dalam SDG yang mereka umumkan, di mana dalam beberapa tahun yang lalu PBB sudah meramalkan bahwa krisis dunia, krisis yang akan melandai krisis dunia adalah tiga hal, yaitu krisis pangan, krisis energi dan krisis air,” kata Prabowo.

Ia juga menyebut telah memperjuangkan pentingnya ketahanan pada tiga sektor itu selama bertahun-tahun dan menuangkannya dalam berbagai pemikiran, termasuk melalui buku-buku yang ia tulis. “Food energy and water ini sudah dicanangkan oleh PBB dan sudah saya perjuangkan dimana-mana, bertahun-tahun, belasan tahun… sekian puluhan tahun pun saya sudah cantumkan hitam diatas putih bahwa masalah dasar negara adalah tiga hal itu, pangan, energi, air,” ujarnya.

Terkait kondisi di dalam negeri, Prabowo menilai Indonesia relatif tidak menghadapi persoalan mendasar dalam ketersediaan air. Ia menyebut Indonesia cenderung memiliki kelebihan air, meski di sejumlah wilayah—terutama kawasan timur dan pulau-pulau tertentu—masih terdapat kendala pemenuhan kebutuhan air.

“Di bagian-bagian tertentu negara kita, di Indonesia timur, pulau-pulau tertentu masih ada kesulitan air, tapi kita dapat mengatasi karena airnya ada, tinggal mampu atau tidak kita mendapatkannya dan menjaganya, karena kadang-kadang kita sendiri yang tidak dapat menjaga alam kita,” ujar Prabowo.

Ia menilai persoalan air lebih banyak terkait pengelolaan serta kemampuan menjaga alam. Prabowo mencontohkan kerusakan hutan yang dapat memicu kekeringan. “Hutan kita babat, pohon-pohon di gunung kita babat akhirnya air tidak dapat ditahan terjadi kekeringan tetapi hal-hal ini bisa kita atasi. Ada negara-negara yang kaya akan minyak dan gas tidak punya air,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo mengumpulkan jajaran Kabinet Merah Putih, mulai dari menteri, wakil menteri, hingga pejabat setingkat eselon I kementerian/lembaga, di Istana Kepresidenan RI, Jakarta. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Angga Raka Prabowo mengatakan Presiden ingin menyampaikan arahan secara langsung agar terdapat kesamaan pemahaman dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah.

“Bapak Presiden merasa penting untuk menyampaikan juga secara langsung kepada seluruh eselon I, karena kita semua ini kesatuan. Di sebuah kementerian ada menteri, didukung oleh para eselon I, dan jajaran di bawahnya,” ujar Angga. Ia menambahkan Presiden kemungkinan menyampaikan hal-hal strategis terkait kebijakan pemerintah dan penyelenggaraan negara, termasuk perkembangan situasi terkini.