JAKARTA — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai dunia saat ini berada dalam situasi tidak stabil akibat konflik geopolitik global. Dalam kondisi tersebut, ia menegaskan nilai-nilai Konferensi Asia Afrika (KAA), khususnya Dasa Sila Bandung, kembali relevan sebagai pegangan untuk menjaga kedaulatan negara dari intervensi asing.
Pernyataan itu disampaikan Megawati, yang juga Presiden ke-5 RI, dalam seminar bertajuk “Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini” di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Megawati menyoroti sejumlah dinamika konflik global, mulai dari situasi di Venezuela hingga ketegangan di Timur Tengah. Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan sistem internasional tengah mengalami guncangan.
“Ketika dunia dihadapkan pada persoalan di Venezuela dan serangan terhadap Iran, maka sistem internasional guncang,” ujarnya.
Ia mengatakan kondisi itu menjadi peringatan agar dunia kembali pada prinsip kesetaraan antarbangsa sebagaimana dirumuskan dalam Dasa Sila Bandung. Megawati juga menyebut semangat KAA, Gerakan Non-Blok (GNB), serta pemikiran geopolitik Bung Karno melalui pidato To Build The World Anew sebagai jawaban menghadapi praktik neokolonialisme dan imperialisme modern.
“Dasa Sila Bandung adalah benteng kedaulatan bangsa dari campur tangan asing,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Megawati mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap keberadaan pangkalan militer asing yang dinilai dapat mempercepat terjadinya intervensi terhadap negara berdaulat. Ia menyinggung langkah Indonesia pada 1965 melalui Konferensi Internasional Anti Pangkalan Militer Asing sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan.
Megawati menambahkan, kekuatan pertahanan Indonesia perlu dibangun dengan perspektif geopolitik yang berorientasi pada perdamaian dunia, bukan semata-mata kekuatan militer.
Ia turut mengulas pemikiran Bung Karno yang membagi kekuatan dunia menjadi dua, yakni The New Emerging Forces dan The Old Forces. Menurutnya, meski berbeda, keduanya tetap harus berlandaskan nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian.
Di tengah kompleksitas global saat ini, Megawati menilai diperlukan langkah konkret untuk menghidupkan kembali semangat solidaritas antarbangsa. Salah satu gagasan yang ia dorong adalah Konferensi Asia Afrika Jilid II.
“Pelaksanaan KAA Jilid II menjadi sangat relevan sebagai kompas masa depan bangsa dan dunia,” ujarnya.