Presiden Prabowo Subianto menilai krisis global yang dipicu perang dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) guna memperkuat ketahanan nasional.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat kepada para menteri, pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta direktur utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 8 April. Ia mengatakan situasi krisis membuat Indonesia perlu lebih fokus dan mempercepat strategi transisi energi.
“Krisis dunia ini bagi saya adalah peluang untuk mempercepat langkah kita. Ini membuat kita lebih fokus. Berarti strategi kita sudah benar, tetapi kita harus mempercepat energi kita harus terbarukan,” ujar Prabowo.
Selain mendorong percepatan EBT, Prabowo juga menekankan pentingnya swasembada energi. Ia menyebut pengembangan bahan bakar nabati (biofuel) dari singkong dan jagung sebagai alternatif pengganti solar dan bensin, dengan tujuan mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) melalui pemanfaatan sumber daya dalam negeri.
“Dan kita bisa dari batu bara, kita bisa menghasilkan solar dan bensin dari batu bara, dari singkong, dari jagung,” ucapnya.
Prabowo menilai Indonesia memiliki fondasi ekonomi dan ketahanan energi yang cukup kuat untuk menghadapi gejolak global. Menurutnya, Indonesia relatif aman dari dampak langsung gangguan pasokan energi dunia karena memiliki sumber energi yang dapat diandalkan.
“Ternyata setelah mengkaji, kita punya kekuatan ekonomi yang cukup kuat,” kata Prabowo.
Ia juga menyinggung posisi Indonesia terkait jalur pasokan energi global. “Karena sumber-sumber minyak dan gas kita tidak terlalu banyak yang lewat Selat Hormuz. Kita bisa menjadi alternatif lain,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo memprediksi krisis global tidak akan berlangsung lama. Ia menyebut periode 12 bulan ke depan sebagai fase yang menurutnya kritis, sekaligus berharap transformasi menuju sistem EBT dapat dijalankan lebih cepat.
“Yang saya anggap jangka pendek, yang saya anggap kritis ini 12 bulan ke depan. Sesudah 12 bulan, kita akan menjadi sangat kuat,” katanya.