BERITA TERKINI
Prabowo: Krisis Global Jadi Momentum Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Prabowo: Krisis Global Jadi Momentum Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Presiden Prabowo Subianto menilai gejolak krisis global akibat perang dunia saat ini justru membuka peluang bagi Indonesia untuk mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Ia menekankan perlunya fokus pada ketahanan energi nasional sebagai bagian dari strategi menghadapi situasi dunia yang tidak menentu.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan kepada jajaran Kabinet Merah Putih dan para direktur utama BUMN di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 8 April 2026. Menurutnya, krisis global dapat menjadi pemicu untuk mempercepat langkah, sekaligus mempertegas arah kebijakan energi yang dinilai sudah tepat.

“Krisis dunia ini bagi saya adalah peluang untuk mempercepat langkah kita. Ini membuat kita lebih fokus. Berarti strategi kita sudah benar, tetapi kita harus mempercepat bahwa energi kita harus terbarukan,” ujar Prabowo.

Prabowo juga mendorong penguatan swasembada energi melalui pemanfaatan sumber daya domestik. Ia menyinggung pengembangan bahan bakar nabati (biofuel) dari singkong dan jagung sebagai bagian dari upaya menekan impor bahan bakar minyak (BBM), dengan menjadikan komoditas pangan sebagai alternatif pengganti solar dan bensin.

“Dan kita bisa dari batu bara, kita bisa menghasilkan solar dan bensin dari batu bara, dari singkong, dari jagung,” ucapnya.

Selain itu, Prabowo menyatakan Indonesia memiliki fondasi yang cukup kuat untuk menghadapi guncangan global. Berdasarkan kajian pemerintah, ia menilai posisi Indonesia relatif aman dari potensi gangguan pasokan energi dunia karena sumber minyak dan gas Indonesia tidak terlalu bergantung pada jalur logistik internasional yang rawan konflik.

“Ternyata setelah mengkaji, kita punya kekuatan ekonomi yang cukup kuat. Karena sumber-sumber minyak dan gas kita tidak terlalu banyak yang lewat Selat Hormuz. Kita bisa menjadi alternatif lain,” lanjutnya.

Prabowo memperkirakan fase kritis situasi global tidak akan berlangsung lama. Ia menyebut 12 bulan ke depan sebagai periode jangka pendek yang perlu diantisipasi, sembari menargetkan transformasi EBT dapat segera diimplementasikan secara masif agar posisi tawar dan kekuatan ekonomi Indonesia semakin kuat.

“Yang saya anggap jangka pendek, yang saya anggap kritis ini 12 bulan ke depan. Sesudah 12 bulan, kita akan menjadi sangat kuat,” kata Prabowo.