Presiden Prabowo Subianto mengingatkan potensi krisis global yang mencakup sektor pangan, energi, dan air. Ia menilai ketiga sektor tersebut merupakan isu fundamental yang harus diantisipasi setiap negara karena menjadi penentu utama keselamatan suatu bangsa.
Prabowo menyampaikan pandangan itu dalam taklimat pada rapat kerja pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 6 April 2026. Menurutnya, keyakinan tersebut telah lama ia pegang dan sejalan dengan proyeksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam agenda pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs).
“Saya telah meyakini dan saya telah menyebarluaskan hal-hal pokok yang saya yakini adalah daftar keselamatan bangsa, dan ini telah dibenarkan oleh PBB dalam sustainable development goals, di mana beberapa tahun yang lalu PBB sudah meramalkan bahwa krisis dunia, krisis yang akan melanda seluruh dunia adalah tiga hal yaitu krisis pangan, krisis energi, dan krisis air,” kata Prabowo.
Ia menjelaskan, pemikiran tersebut telah dituangkan dalam berbagai gagasan dan tulisan selama puluhan tahun, yang menekankan pentingnya ketahanan pada sektor pangan, energi, dan air.
Terkait kondisi dalam negeri, Prabowo menilai Indonesia relatif tidak menghadapi masalah besar dalam ketersediaan air. Ia menyebut Indonesia memiliki kelebihan sumber air, meski di sejumlah wilayah—terutama di Indonesia timur dan pulau-pulau tertentu—masih ada kendala.
“Di bagian-bagian tertentu negara kita, di Indonesia timur, pulau-pulau tertentu masih ada kesulitan air, tapi kita dapat mengatasi karena airnya ada, tinggal mampu atau tidak kita mendapatkannya dan menjaganya, karena kadang-kadang kita sendiri yang tidak dapat menjaga alam kita,” ujarnya.
Prabowo menilai persoalan air lebih banyak dipengaruhi faktor pengelolaan dan kerusakan lingkungan. Ia mencontohkan penebangan hutan yang berdampak pada berkurangnya daya serap air, sehingga memicu kekeringan.
“Hutan kita babat, pohon-pohon di gunung kita babat akhirnya air tidak dapat ditahan terjadi kekeringan tetapi hal-hal ini bisa kita atasi. Ada negara-negara yang kaya akan minyak dan gas tidak punya air,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Presiden mengumpulkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih, mulai dari menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselon I kementerian/lembaga, untuk memberikan arahan langsung di Istana Kepresidenan Jakarta.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Angga Raka Prabowo, mengatakan pertemuan tersebut bertujuan menyamakan pemahaman seluruh jajaran dalam menjalankan kebijakan pemerintah. “Bapak Presiden merasa penting untuk menyampaikan juga secara langsung kepada seluruh eselon I, karena kita semua ini kesatuan. Di sebuah kementerian ada menteri, didukung oleh para eselon I, dan jajaran di bawahnya,” ujarnya.
Angga menambahkan, dalam pertemuan itu Presiden juga kemungkinan menyampaikan sejumlah isu strategis terkait kebijakan pemerintah serta perkembangan situasi terkini.