Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa eskalasi konflik global, termasuk di Iran, Ukraina, dan Timur Tengah, berpotensi menekan perekonomian Indonesia. Menurutnya, gejolak geopolitik dapat memengaruhi situasi domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan komoditas pangan.
“Akibat perang di Timur Tengah, kita harus siap menghadapi kesulitan. Tetapi sekali lagi, kita bersyukur bahwa sebenarnya bangsa Indonesia punya kekuatan,” kata Prabowo saat memberi sambutan dalam peresmian pembangunan 218 jembatan, sebagaimana disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Senin (9/3).
Prabowo menilai Indonesia memiliki modal untuk menghadapi tekanan global tersebut, terutama melalui pemanfaatan sumber daya alam (SDA). Ia menyebut potensi SDA di dalam negeri dapat diolah menjadi komoditas alternatif untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor dan menjaga stabilitas pasokan kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras sebagai makanan pokok. Ia menambahkan pemerintah tengah mendorong peningkatan produksi dalam negeri agar pemenuhan kebutuhan protein nasional dapat segera tercapai. “Apa pun terjadi di mana bangsa-bangsa lain banyak akan mengalami kesulitan, minimal kita aman masalah pangan,” ujarnya.
Prabowo sebelumnya mengumumkan Indonesia mencapai swasembada beras pada 31 Desember 2025. Ia juga menyebut cadangan beras pemerintah mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, melebihi 3 juta ton.
Selain pangan, Prabowo menyinggung target swasembada energi, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM). Ia menyatakan Indonesia memiliki peluang untuk mengurangi impor dengan mengembangkan sumber energi berbasis tanaman.
Menurut Prabowo, komoditas seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu dapat diolah menjadi sumber energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan BBM nasional. “Kita nanti mampu kebutuhan BBM kita bukan dari impor luar negeri, bahkan dari tanaman-tanaman kita,” kata Prabowo.

