BERITA TERKINI
Prabowo: Indonesia Siap Hadapi Krisis Energi Global dan Akan Lebih Kuat dalam 12 Bulan

Prabowo: Indonesia Siap Hadapi Krisis Energi Global dan Akan Lebih Kuat dalam 12 Bulan

Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah optimistis menghadapi krisis energi global di tengah ketidakpastian situasi internasional. Pernyataan itu disampaikan saat memberikan taklimat pada Rapat Kerja Pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Dalam arahannya, Prabowo menegaskan Indonesia tetap mampu menjaga stabilitas nasional sekaligus mengendalikan arah pembangunan. Ia menilai pemerintah telah menunjukkan kinerja yang efektif dalam periode satu setengah tahun terakhir.

“Kita dapat mengendalikan arah perkembangan bangsa. Dalam satu setengah tahun ini kita telah membuktikan bahwa pemerintah efektif, andal, dan mampu menjalankan tugas bernegara dengan baik,” ujar Prabowo.

Prabowo mengingatkan bahwa dunia sejak lama diproyeksikan menghadapi tiga krisis utama, yakni pangan, energi, dan air, sebagaimana tercantum dalam agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui program Sustainable Development Goals (SDGs).

Ia juga menyoroti konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi dunia. Meski demikian, Prabowo menyebut posisi Indonesia relatif aman berdasarkan data dan laporan terkini dari para menteri.

“Ada tantangan, ada kesulitan, tetapi kita mampu menghadapi dan mengatasinya,” tegasnya.

Untuk jangka pendek, pemerintah menyiapkan langkah strategis guna menjaga stabilitas energi, terutama pada periode krusial 12 bulan ke depan. Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa setelah melewati fase tersebut, posisi Indonesia akan semakin kuat.

“Intinya sekarang kita siap, kita kuat menghadapi satu tahun ini,” ungkapnya.

Di sisi lain, pemerintah memastikan perlindungan terhadap masyarakat kecil tetap menjadi prioritas melalui kebijakan subsidi energi yang tepat sasaran. Subsidi bahan bakar disebut akan dipertahankan bagi mayoritas rakyat, sementara kelompok yang dinilai mampu diarahkan untuk membayar sesuai harga pasar.

Prabowo juga menekankan percepatan transformasi menuju kemandirian energi nasional berbasis sumber daya domestik dan energi terbarukan. Menurutnya, krisis global dapat menjadi momentum untuk mempercepat reformasi struktural agar lebih cepat dan efisien.

“Krisis adalah peluang. Kita harus bekerja lebih efisien, tidak boleh boros, tidak boleh ada kebocoran, dan tidak boleh ada korupsi,” kata Prabowo.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memastikan kebijakan yang diambil berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.