BERITA TERKINI
Prabowo: Indonesia Perlu Hidup Sesuai Kemampuan di Tengah Ketidakpastian Global

Prabowo: Indonesia Perlu Hidup Sesuai Kemampuan di Tengah Ketidakpastian Global

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bangsa Indonesia perlu belajar hidup sesuai kemampuan sendiri, terutama di tengah situasi dunia yang dinilainya penuh ketidakpastian. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta pada Sabtu, 15 Maret 2026, saat ia menyinggung kondisi global dan tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia.

Prabowo mengatakan Indonesia tidak dapat menghindari dampak dari berbagai krisis global yang sedang terjadi, mulai dari konflik geopolitik hingga gejolak ekonomi internasional. Karena itu, ia menilai pemerintah dan masyarakat perlu bersiap menghadapi kemungkinan kesulitan ekonomi di masa depan.

Ia menekankan, hidup sesuai kemampuan berarti Indonesia tidak boleh terlalu bergantung pada pihak luar dan harus memperkuat kemampuan nasional sendiri. Menurutnya, sikap tersebut berkaitan dengan upaya mendorong kemandirian ekonomi nasional, termasuk penguatan sektor pangan, energi, dan industri dalam negeri.

Prabowo juga menyebut kesadaran untuk hidup sesuai kemampuan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas negara di tengah ketidakpastian global. Ia menilai bangsa yang mampu hidup sesuai kemampuan sendiri akan lebih siap menghadapi krisis dan tidak mudah terjebak dalam ketergantungan ekonomi terhadap pihak luar.

Dalam konteks ekonomi negara, seruan hidup sesuai kemampuan dapat dimaknai sebagai pesan disiplin ekonomi dan fiskal di tengah situasi global yang tidak menentu. Konsep tersebut umumnya berkaitan dengan upaya menjaga keseimbangan antara belanja negara, penerimaan, dan utang.

Jika belanja negara meningkat sementara penerimaan tidak bertambah secara signifikan, tekanan terhadap anggaran dapat menguat. Karena itu, pernyataan Prabowo dapat dibaca sebagai sinyal bahwa pemerintah menyadari kemungkinan munculnya tekanan fiskal ke depan, terutama di tengah berbagai program besar yang membutuhkan pembiayaan negara.

Di sisi lain, seruan tersebut juga dapat dimaknai sebagai ajakan memperkuat kemandirian ekonomi nasional agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada dinamika ekonomi global. Pada akhirnya, penafsiran atas pernyataan itu akan sangat bergantung pada kebijakan konkret pemerintah, terutama terkait pengelolaan anggaran negara, pembiayaan pembangunan, serta strategi menghadapi tekanan ekonomi global.