BERITA TERKINI
Prabowo: Indonesia Optimistis Hadapi Ketidakpastian Global, Dorong Industri Kendaraan Listrik

Prabowo: Indonesia Optimistis Hadapi Ketidakpastian Global, Dorong Industri Kendaraan Listrik

Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia menatap masa depan dengan optimisme meskipun situasi ekonomi global diliputi ketidakpastian. Menurutnya, kekuatan sumber daya alam dan sumber daya manusia menjadi modal utama agar Indonesia tetap mampu berdiri tegak di tengah kecemasan yang dirasakan banyak negara.

“Jadi di tengah dunia krisis, banyak negara cemas. Kita harus waspada, tapi kita optimis. Kita akan menghadapi tantangan beberapa bulan yang akan datang, tapi kita punya resources (sumber daya), kita punya sumber-sumber yang sangat kuat, sangat banyak,” kata Prabowo pada Kamis (9/4).

Pernyataan itu disampaikan saat peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik PT VKTR Teknologi Mobilitas di Magelang, Jawa Tengah. Prabowo menilai langkah tersebut sebagai bagian dari penguatan posisi industri kendaraan listrik Indonesia di tengah dinamika krisis global, sekaligus mendukung target net zero emission melalui pemanfaatan sumber daya domestik.

Prabowo juga menekankan pentingnya penghematan energi. Ia menyebut peralihan menuju energi baru terbarukan (EBT), termasuk melalui penggunaan kendaraan listrik, sebagai solusi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang dinilai merusak lingkungan.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengapresiasi kemampuan industri dalam negeri yang telah memproduksi bus dan truk bertenaga listrik. Pemerintah, kata dia, memproyeksikan lompatan lebih besar dalam industri otomotif nasional, termasuk rencana memproduksi mobil penumpang dalam waktu dekat.

“Memang rencana kita, saya berharap pada 2028, kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik. Jadi, sekarang sudah ada bus listrik, truk dari listrik dan kemampuannya juga cukup besar dan membanggakan,” ujar Prabowo.

Selain mendorong peningkatan produksi, pemerintah menargetkan kenaikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Prabowo menyebut kandungan lokal pada produksi bus dan truk listrik saat ini telah mencapai 40 persen. Ia menargetkan TKDN meningkat menjadi 60 persen dalam dua tahun ke depan, lalu naik hingga 80 persen pada periode berikutnya.

Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memantau perkembangan proyek tersebut dan siap memberikan dukungan apabila industri menghadapi kendala di lapangan.