BERITA TERKINI
Potensi Krisis Minyak Menguat Usai Perang Israel-AS dan Iran, Selat Hormuz Ditutup

Potensi Krisis Minyak Menguat Usai Perang Israel-AS dan Iran, Selat Hormuz Ditutup

Jakarta — Dunia kembali menghadapi potensi krisis minyak mentah seiring pecahnya perang antara Israel dan Amerika Serikat (AS) melawan Iran. Konflik yang disebut bermula dari serangan pada 28 Februari 2026 itu memicu gangguan pada jalur utama perdagangan minyak dan gas global setelah Iran resmi menutup akses Selat Hormuz di Teluk Persia.

Penutupan Selat Hormuz dinilai berdampak besar bagi perekonomian dunia karena kawasan tersebut merupakan salah satu titik paling vital bagi arus energi internasional. Situasi terbaru ini disebut langsung mendorong kenaikan harga minyak di pasar.

Iran sendiri merupakan produsen minyak yang berkontribusi sekitar 5% terhadap pasokan minyak mentah dunia. Selain itu, sekitar 20% aliran minyak global melewati Selat Hormuz, yang letaknya berada di kawasan yang disebut sebagai “halaman rumah” Iran.

Meski demikian, tekanan terhadap pasokan dan harga minyak bukan pertama kali terjadi sejak Perang Dunia II. Sejumlah krisis minyak sebelumnya pernah mengguncang pasar energi global, dan perkembangan terbaru di Timur Tengah kembali menempatkan stabilitas pasokan minyak sebagai perhatian utama.