BERITA TERKINI
Portugal Pertimbangkan FDI Prancis dan FREMM EVO Italia untuk Pengganti Fregat, Dikaitkan Skema Pembiayaan SAFE

Portugal Pertimbangkan FDI Prancis dan FREMM EVO Italia untuk Pengganti Fregat, Dikaitkan Skema Pembiayaan SAFE

Rencana Portugal untuk mengganti armada fregatnya mulai mengerucut menjelang akhir 2025, seiring dijadwalkannya kunjungan laut dua kapal yang menjadi kandidat utama. Keduanya adalah fregat Prancis Amiral Ronarc’h dari kelas Frigate de Défense et d’Intervention (FDI) dan fregat Italia Emilio Bianchi dari varian terbaru fregat multi-misi Eropa, FREMM EVO.

Lisbon menargetkan pengadaan dua hingga tiga unit dengan anggaran sekitar 3 miliar euro. Program ini dikaitkan dengan kerangka pembiayaan melalui Aksi Keamanan Eropa untuk Eropa (SAFE), yang menjadi latar belakang penting dalam persaingan antara dua opsi tersebut.

Persaingan ini mempertemukan dua pendekatan yang berbeda. Di satu sisi, FDI diposisikan sebagai solusi siap pakai dengan penekanan pada pertahanan udara dan rudal terpadu (integrated air and missile defense/IAMD), serta menjanjikan manfaat bagi industri lokal. Di sisi lain, FREMM EVO ditawarkan dengan peningkatan kemampuan, terutama pada peperangan elektronik dan peperangan anti-kapal selam, namun disebut berpotensi menuntut pekerjaan ekstensif di Sungai Tagus dan di Alfeite Arsenal.

Pilihan yang diambil Portugal diperkirakan akan berpengaruh besar terhadap arah industri pertahanan maritim dan kesiapan operasional negara itu dalam dekade ini, mengingat skala investasi dan jumlah kapal yang direncanakan.

Dalam aspek jadwal, Naval Group dinilai berada pada posisi yang menguntungkan. Sejak awal, proposal Prancis menempatkan linimasa sebagai inti argumen. Naval Group menyatakan dapat mengirimkan sedikitnya dua fregat FDI ke Portugal pada 2030, dengan mengandalkan kapasitas produksi yang telah mapan dan jalur ekspor yang aktif.

Disebutkan pula bahwa adanya pesanan ekspor, termasuk ke Yunani, dapat membuka slot produksi setelah 2029. Jendela waktu seperti ini dinilai selaras dengan kebutuhan politik Lisbon dan dapat mengurangi risiko dalam proses pengoperasian kapal, terutama karena Portugal hanya membidik pengadaan dua hingga tiga unit.