BERITA TERKINI
Polda Jatim Bentuk Tim Khusus Usut Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny, Identitas Saksi Belum Diungkap

Polda Jatim Bentuk Tim Khusus Usut Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny, Identitas Saksi Belum Diungkap

Proses hukum terkait ambruknya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, memasuki tahap baru. Kepolisian Daerah Jawa Timur membentuk tim khusus untuk melakukan penyidikan atas peristiwa tersebut.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, penyidikan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

Sebelum status perkara dinaikkan ke tahap penyidikan, Polda Jatim telah memeriksa 17 saksi dalam tahap penyelidikan. Para saksi berasal dari berbagai latar belakang, termasuk santri korban yang selamat.

Jules menyebut, sejak Senin (13/10), tim gabungan mulai melakukan pemeriksaan awal terhadap saksi-saksi. Pemeriksaan itu ditujukan untuk mencari keterangan yang dapat membuktikan dugaan adanya unsur pidana dalam insiden ambruknya bangunan tersebut.

Ia menegaskan, pemanggilan dan pemeriksaan saksi dilakukan dengan memperhatikan tahapan administrasi dan tenggang waktu sesuai prosedur hukum yang berlaku, merujuk pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Menurutnya, proses tersebut mencakup penerbitan surat panggilan hingga pelaksanaan pemeriksaan.

Namun, saat ditanya mengenai latar belakang saksi yang dipanggil dalam tahap penyidikan, termasuk apakah berasal dari pengurus Ponpes Al Khoziny, Jules menyatakan belum dapat menyampaikan rinciannya. Ia menekankan pemeriksaan saksi dilakukan bertahap dan proses masih berjalan.

Polda Jatim menyatakan akan menyampaikan perkembangan penyidikan setelah analisis dokumen, bukti, serta kesesuaian keterangan para saksi dilakukan. Jules juga menekankan tim penyidik perlu menghormati kondisi keluarga dan para korban, sehingga proses pemeriksaan tidak dilakukan secara tergesa-gesa dan harus dijalankan dengan cermat.

Kronologi singkat

Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Peristiwa itu terjadi saat para santri melaksanakan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua, sehingga banyak yang terjebak dalam reruntuhan. Polisi menyebut dugaan awal penyebab ambruknya bangunan adalah kegagalan konstruksi.

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB setelah berlangsung selama sembilan hari. Data terakhir mencatat total korban mencapai 171 orang, terdiri dari 104 korban selamat serta 67 kantong jenazah, termasuk delapan body part.

Hingga kini, proses identifikasi jenazah masih dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara. Dari puluhan korban meninggal, 58 orang dilaporkan telah teridentifikasi.