BERITA TERKINI
Pasar Modal RI Masuk Fase Konsolidasi pada Maret 2026, Sektor Bank dan Konsumsi Dinilai Jadi Penopang

Pasar Modal RI Masuk Fase Konsolidasi pada Maret 2026, Sektor Bank dan Konsumsi Dinilai Jadi Penopang

Memasuki Maret 2026, pasar modal Indonesia berada dalam fase konsolidasi setelah euforia pada akhir tahun sebelumnya. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat bergerak dalam rentang yang relatif terbatas, mencerminkan ketidakpastian global yang masih membayangi meskipun kondisi fundamental domestik dinilai tetap menunjukkan ketahanan.

Dalam situasi tersebut, perhatian pelaku pasar disebut tertuju pada indikator yang dinilai paling relevan untuk membaca arah pergerakan pasar di tengah volatilitas. Sentimen investasi juga kerap dipengaruhi narasi ekonomi makro, termasuk dinamika kebijakan suku bunga global yang masih berfluktuasi.

Dari sisi sektoral, sektor perbankan dan konsumsi disebut masih menjadi penopang utama stabilitas indeks pada periode ini. Pada sektor perbankan, emiten berkapitalisasi besar dinilai menunjukkan kualitas aset yang relatif terjaga, sejalan dengan pertumbuhan kredit yang stabil dan proses pemulihan daya beli masyarakat.

Salah satu indikator yang dipantau adalah rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL), yang dinilai perlu tetap terkendali di tengah potensi kenaikan biaya pendanaan. Selain itu, prospek pembagian dividen tahunan dalam jumlah besar dari sejumlah emiten bank juga disebut menjadi daya tarik bagi investor jangka panjang yang mencari pendapatan pasif.