BERITA TERKINI
PLN UIW Maluku-Maluku Utara Kembangkan Program Kopi Tuni untuk Perkuat Ekosistem Kopi dan Perluas Pasar

PLN UIW Maluku-Maluku Utara Kembangkan Program Kopi Tuni untuk Perkuat Ekosistem Kopi dan Perluas Pasar

Aktivitas panen kopi telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat di berbagai wilayah Maluku. Dari kebun-kebun sederhana, petani memetik biji kopi yang tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang terus berkembang.

Potensi tersebut kini mulai dikelola lebih terarah melalui program Kopi Tuni yang dijalankan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU). Program ini mengusung pendekatan pengembangan ekosistem terintegrasi yang menghubungkan potensi lokal dari hulu hingga hilir.

General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, mengatakan program Kopi Tuni merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Ia menegaskan PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam skema program tersebut, biji kopi dari berbagai wilayah dihimpun melalui Koperasi Produsen Seribu Negeri Kopi Maluku yang menjadi pengelola utama UMKM Kopi Tuni. Melalui koperasi, kopi tidak hanya diperdagangkan sebagai hasil panen, tetapi juga diolah, dikemas, dan dipasarkan secara lebih terstruktur untuk meningkatkan nilai tambah.

Perubahan juga terjadi pada sisi produksi. PLN mendukung penyediaan peralatan berbasis listrik yang membuat proses yang sebelumnya dilakukan secara manual menjadi lebih efisien. Dukungan ini disebut mampu mempercepat waktu pengerjaan hingga 16 sampai 20 kali, sekaligus meningkatkan konsistensi kualitas produk dan kapasitas produksi.

Selain aspek produksi, program ini turut menekankan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Pelatihan roasting, barista, hingga pengelolaan usaha diberikan kepada pelaku UMKM dan petani agar memiliki pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai industri kopi dari hulu hingga hilir.

Bagi petani, pengelolaan melalui koperasi menjadi titik balik karena hasil panen dapat dihimpun dan diolah lebih optimal. Upaya ini dinilai memberi nilai tambah yang lebih besar serta membuka peluang pasar yang lebih luas.

Dampak program mulai terlihat dari meningkatnya volume pembelian biji kopi dari petani, disertai harga yang semakin kompetitif. Di sisi lain, jumlah UMKM yang terlibat juga bertambah, termasuk pada sektor pembibitan dan kedai kopi yang berkembang sebagai bagian dari ekosistem Kopi Tuni.

Produk Kopi Tuni kini dipasarkan di sejumlah kota di Indonesia dan telah menjangkau pasar internasional, termasuk Belanda dan Amerika. Pencapaian tersebut didukung kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, koperasi, hingga petani dan pelaku usaha lokal.

PLN UIW MMU menyatakan akan terus mengembangkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan dan agenda pembangunan nasional, dengan tujuan menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan di Maluku dan Maluku Utara.