BERITA TERKINI
PKSPL IPB Gelar ICMMBT ke-5, Dorong Pangan Biru untuk Ketahanan Pangan dan Kesehatan Laut

PKSPL IPB Gelar ICMMBT ke-5, Dorong Pangan Biru untuk Ketahanan Pangan dan Kesehatan Laut

Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University melalui Lembaga Riset Internasional Kemaritiman, Kelautan dan Perikanan (LRI i-MAR) menggelar The 5th International Conference on Integrated Coastal Management and Marine Biotechnology (ICMMBT) di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta.

Kepala PKSPL IPB University, Prof Yonvitner, mengatakan konferensi tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjawab tantangan krisis pangan dan kesehatan laut secara berkelanjutan. Ia menilai persoalan perubahan iklim, degradasi ekosistem pesisir, serta ancaman terhadap ketahanan pangan laut tidak bisa diselesaikan secara sektoral.

Karena itu, Prof Yonvitner menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif lintas disiplin dan lintas negara. Menurutnya, integrasi keilmuan, teknologi, kebijakan, dan partisipasi masyarakat diperlukan untuk mendorong transformasi nyata di wilayah pesisir.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor IPB University Prof Arif Satria menyampaikan pandangannya terkait tema “Blue Food Nexus: Harnessing Solutions for Global Food Security and Ocean Health”. Ia menegaskan pangan biru perlu diposisikan sebagai solusi strategis global yang memerlukan kerangka kebijakan progresif, serta menyoroti peran inovasi dan sains sebagai fondasi pembangunan ekonomi biru.

Dukungan internasional disampaikan Rektor Çanakkale Onsekiz Mart University, Turki, Prof Ramazan Cuneyt Erenoglu. Ia menekankan pentingnya komitmen global dalam pendidikan dan riset kelautan, termasuk perlunya literasi kelautan sejak dini dan penguatan peran universitas sebagai agen perubahan di bidang kelautan.

Sejalan dengan itu, Deputi Bidang Koordinasi Sumberdaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dandy Satria Iswara, SIP, MSi, menyatakan kebijakan pangan biru nasional perlu menjadi arus utama dalam strategi ketahanan pangan nasional, dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan laut serta kesejahteraan masyarakat pesisir.

Memasuki sesi utama (Key Plenary Session), konferensi menghadirkan Prof Qinhua Fang dari Xiamen University, Tiongkok; Prof Jim Leape dari Stanford University, Amerika Serikat; Moh Rahmat Mulianda dari Bappenas; serta Dr Etwin Kuslati Sabarini dari Climateworks Centre. Sesi ini dipandu Prof Ario Damar dari PKSPL IPB University.

Rangkaian kegiatan juga mencakup peluncuran SEAFOAM Blue Carbon Training Program, peluncuran buku “Marine Protected Area (MPA) and Other Effective Conservation Measures (OECM) Vision 2045” dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta buku “Maritim, Kelautan, dan Perikanan Indonesia 2045” yang disusun para pakar IPB University sebagai kontribusi strategis menuju visi Indonesia Emas 2045.