Dalam situasi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, industri pialang asuransi dituntut beradaptasi agar dapat menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus membantu klien mengelola risiko. Peran pialang pun dinilai semakin penting, tidak lagi sebatas perantara penjualan polis.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO) Yulius Bhayangkara menegaskan bahwa pialang kini berkembang menjadi penasihat risiko yang strategis bagi klien. Ia menyebut, di tengah ketidakpastian global, pialang asuransi semakin dibutuhkan sebagai risk advisor.
Menurut Yulius, salah satu strategi utama yang dijalankan pialang adalah memperkuat fungsi advisory dan risk consulting. Pialang tidak hanya berfokus pada penjualan polis, tetapi juga mendampingi klien dalam memetakan risiko, menyusun strategi pembiayaan risiko, hingga mengoptimalkan program asuransi yang dimiliki.
“Pialang tidak hanya menjual polis, tetapi membantu klien melakukan risk mapping, risk financing strategy, dan optimalisasi program asuransi,” ujarnya.
Selain memperkuat layanan konsultasi, industri pialang juga mendorong diversifikasi sektor untuk memperluas peluang bisnis. Sejumlah sektor seperti energi, infrastruktur, logistik, ekonomi digital, hingga manufaktur disebut menjadi fokus ekspansi untuk menjaga stabilitas pertumbuhan di tengah tekanan ekonomi global.
Di sisi lain, inovasi solusi proteksi turut menjadi perhatian. Pialang mulai mengembangkan produk dan layanan yang dinilai lebih relevan dengan risiko modern, termasuk ancaman siber, gangguan rantai pasok, serta risiko terkait perubahan iklim.
“Industri juga mulai mengembangkan solusi yang lebih relevan dengan risiko modern seperti cyber risk, supply chain disruption, dan climate related risk,” kata Yulius.
Yulius juga mengimbau agar pialang asuransi semakin memperkuat kolaborasi dengan mitra global. Menurutnya, banyak risiko saat ini tidak lagi terbatas pada wilayah dalam negeri, sehingga kerja sama lintas negara menjadi semakin penting.

