PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero Tbk memastikan pasokan gas bumi untuk pelanggan di Palembang dan sekitarnya tetap aman. PGN menyatakan ketersediaan gas di wilayah tersebut tidak terdampak gejolak geopolitik global, termasuk meningkatnya ketegangan konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Area Head PGN Palembang, Braman Setyoko, mengatakan pasokan gas untuk Palembang saat ini masih mengandalkan sumber gas konvensional yang diproduksi dari sumur-sumur domestik di Indonesia. Karena bersumber dari dalam negeri, kondisi konflik di Timur Tengah disebut tidak berdampak langsung terhadap distribusi gas di daerah.
“Secara umum untuk Palembang masih menggunakan sumber gas konvensional dari sumur di Tanah Air, sehingga tidak terganggu kondisi perang,” ujar Braman.
Ia menambahkan, gas yang disalurkan kepada pelanggan di Palembang dan wilayah sekitarnya berasal dari produksi dalam negeri. Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap stabilitas pasokan energi di wilayah itu. “Tidak perlu ada kekhawatiran terhadap stabilitas energi,” katanya.
Braman juga menjelaskan, apabila terdapat tambahan pasokan dalam bentuk liquefied natural gas (LNG), sumbernya tetap berasal dari dalam negeri, seperti dari fasilitas LNG di Bontang dan Papua. Menurutnya, hingga kini PGN belum menggunakan LNG impor untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di Sumatera Selatan.
“Belum ada LNG yang digunakan PGN berasal dari impor. Jadi untuk spesifik pelanggan PGN di Sumsel belum ada hilal gangguan pasokan,” ujarnya.
Di tengah dinamika global, PGN menyatakan optimistis kebutuhan gas bagi pelanggan di Palembang selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026 dapat terpenuhi. PGN juga memproyeksikan ketersediaan gas di wilayah Palembang pada 2026 masih terjaga sepanjang tahun, termasuk untuk beberapa tahun ke depan.
“Kebutuhan gas untuk Palembang dan sekitarnya dapat terpenuhi 100 persen. Namun perlu dicatat, ini bukan proyeksi kondisi pasokan energi di Indonesia secara keseluruhan,” kata Braman.

