BERITA TERKINI
Pertamina Perkuat Tata Kelola Risiko Proyek di Tengah Dinamika Global

Pertamina Perkuat Tata Kelola Risiko Proyek di Tengah Dinamika Global

PT Pertamina (Persero) menekankan pentingnya penguatan tata kelola risiko untuk memastikan pengelolaan proyek perusahaan berjalan efektif, di tengah berbagai tantangan yang memengaruhi sektor energi. Direktur Manajemen Risiko Pertamina, Ahmad Siddik Badruddin, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Project Risk Management Forum: Strategic Risk Integration & Dynamic Evolution (STRIDE) 2026 yang digelar di Pertamina Club, Taman Patra Raya, Kuningan, Jakarta, Rabu (18/03/2026).

Forum yang diselenggarakan Direktorat Manajemen Risiko Pertamina itu menjadi ruang diskusi internal untuk memperkuat pengelolaan risiko proyek di lingkungan perusahaan. Sejumlah topik dibahas, mulai dari kerangka kerja pengelolaan risiko, konsep manajemen risiko proyek, hingga tantangan yang dihadapi dalam menjalankan proyek-proyek strategis.

Siddik menyatakan Pertamina memiliki sejumlah proyek strategis yang membutuhkan pengelolaan risiko secara terstruktur dan terintegrasi. Karena itu, pemahaman terhadap kerangka kerja manajemen risiko serta penguatan kapasitas sumber daya manusia dinilai menjadi faktor penting agar proyek dapat dikelola dengan baik.

“Di Pertamina kita memiliki banyak proyek yang harus dikelola dengan baik dan efektif. Agar bisa mengelola proyek itu dengan baik, kita perlu memahami kerangka kerja, konsep, tantangan, serta bagaimana mengembangkan sumber daya manusia untuk mengelolanya,” ujar Siddik.

Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan risiko proyek perlu mempertimbangkan aspek keberlanjutan, termasuk potensi risiko terkait perubahan iklim. Menurutnya, dampak climate risk diperkirakan akan semakin memengaruhi berbagai proyek perusahaan pada masa mendatang.

“Kita harus mulai belajar bagaimana mengelola proyek dengan memahami bahwa ke depan akan ada dampak dari risiko perubahan iklim,” kata Siddik.

Sementara itu, Senior Vice President Project Risk Management Pertamina, Agung Eka Purnawan, menjelaskan forum tersebut ditujukan untuk membangun keselarasan dan meningkatkan kesadaran manajemen dalam mendukung pengambilan keputusan strategis, sekaligus memperkuat ketahanan perusahaan.

Agung mengatakan kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapan perusahaan dalam mengidentifikasi potensi risiko sejak tahap awal proyek. Selain itu, Pertamina didorong untuk mampu beradaptasi secara dinamis melalui pendekatan risk intelligence.

Ia menilai pemahaman terhadap evolusi risiko—mulai dari tingkat proyek hingga risiko strategis perusahaan—menjadi landasan penting bagi proses pengambilan keputusan yang lebih antisipatif.

“Forum ini juga diharapkan dapat memperkuat keterkaitan inisiatif Project Risk Management dengan fokus kinerja Direktur Manajemen Risiko serta menyelaraskan program kerja di tingkat holding dan subholding,” ujar Agung.