BERITA TERKINI
Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan untuk Perkuat Ketahanan Energi

Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan untuk Perkuat Ketahanan Energi

PT Pertamina (Persero) mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari percepatan transisi energi nasional, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan produksi energi bersih sekaligus mendukung kebutuhan kelistrikan nasional.

Langkah tersebut dilakukan di tengah dinamika energi global yang ditandai fluktuasi harga, ketidakpastian pasokan, serta tekanan pengurangan emisi. Dalam situasi ini, penguatan bauran energi nasional dinilai penting untuk menjaga ketahanan energi Indonesia. Hingga 2025, produksi listrik bersih Pertamina tercatat mencapai 8.743 GWh dari pembangkit dengan total kapasitas terpasang 3,1 GW.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan pengembangan energi bersih menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan global sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik. “Di tengah dinamika energi global yang sangat dinamis, pengembangan energi baru terbarukan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan listrik bagi masyarakat,” ujar Baron, Jumat (17/4/2026).

Baron menambahkan, diversifikasi energi melalui EBT juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil yang rentan terhadap volatilitas pasar global. Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya mendukung target transisi energi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko terhadap fluktuasi harga dan pasokan energi global.

Pertamina mengembangkan sejumlah inisiatif, antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) berkapasitas 2,4 MW, gas to power sebesar 1.772 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 55,3 MW, serta Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 727 MW.

Selain proyek pembangkit, Pertamina juga mendorong pemanfaatan energi bersih di tingkat masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB). Hingga saat ini, sebanyak 252 desa disebut telah memanfaatkan energi terbarukan seperti panel surya, mikrohidro, dan biogas.

“Melalui pengembangan EBT hingga ke tingkat desa, Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong kemandirian energi masyarakat secara berkelanjutan,” kata Baron.

Sebagai perusahaan yang berperan dalam transisi energi, Pertamina menyatakan komitmennya untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 serta berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).