BERITA TERKINI
Percakapan Warganet Indonesia soal Konflik Iran-AS Didominasi Kemarahan

Percakapan Warganet Indonesia soal Konflik Iran-AS Didominasi Kemarahan

Konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali menyita perhatian publik dunia, termasuk warganet Indonesia. Eskalasi ketegangan yang melibatkan operasi militer, serangan balasan, hingga dampak ekonomi global membuat isu ini ramai dibahas di berbagai platform media sosial.

Rangkaian konflik disebut bermula dari operasi militer AS yang menargetkan wilayah-wilayah strategis di Iran. Serangan tersebut dilaporkan memicu kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian merespons dengan meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone ke fasilitas militer AS di kawasan Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Bahrain, hingga Israel.

Seiring perkembangan situasi, Iran juga menutup Selat Hormuz, jalur penting distribusi energi dunia. Penutupan ini disebut memicu kepanikan global karena berpotensi mengganggu pasokan dan stabilitas ekonomi.

Berdasarkan rekap percakapan yang dihimpun Drone Emprit pada 28 Februari hingga 3 Maret 2026, isu Iran vs AS tercatat dibahas dalam 12.044 artikel dan memunculkan 29.707 mentions. Di media sosial seperti X, Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok, jumlah sample mentions yang diambil mencapai 25.745.

Dari sisi emosi, percakapan warganet didominasi rasa marah dengan 998 unggahan. Kemarahan banyak diarahkan pada eskalasi konflik dan dampak kemanusiaan yang ditimbulkan. Sejumlah warganet menilai arogansi militer AS dan Israel mengabaikan diplomasi. Ada pula yang mengecam pernyataan yang dinilai lemah dari Kementerian Luar Negeri Indonesia, serta mempertanyakan sikap Indonesia yang dianggap tidak menunjukkan keberpihakan. Selain itu, muncul kritik terkait Prabowo yang dinilai ikut campur dalam konflik global, hingga kekecewaan terhadap AS yang disebut menyebarkan pengaruh melalui Board of Peace (BoP).

Emosi berikutnya adalah percaya dengan 861 postingan, disusul sedih sebanyak 836 postingan. Ungkapan percaya muncul antara lain sebagai dukungan terhadap peran Indonesia sebagai mediator konflik. Namun, emosi ini tidak selalu bernada positif. Sebagian warganet juga menyatakan keraguan bahwa APBN akan tetap terkendali di tengah ketidakpastian global, serta mempertanyakan kemampuan pemerintah menjaga pasokan BBM. Ada pula yang meragukan kemampuan diplomasi Prabowo sebagai mediator.

Adapun emosi sedih banyak dipicu kabar korban yang jatuh di wilayah Iran, termasuk pemakaman massal siswa di Minab. Warganet menyampaikan keprihatinan atas kerusakan fasilitas publik dan jatuhnya korban sipil. Sebagian lainnya menyoroti nasib jemaah umroh Indonesia yang disebut terlantar di bandara.

Selain itu, terdapat 803 postingan bernuansa antisipasi, yang umumnya berisi diskusi mengenai kemungkinan eskalasi lanjutan, dampak geopolitik, hingga potensi perang yang lebih luas. Emosi takut juga muncul dalam 580 unggahan, tidak hanya terkait konflik, tetapi juga dampaknya terhadap ekonomi global.

Di sisi lain, tercatat 556 postingan yang mengekspresikan emosi bahagia, sementara 490 unggahan menunjukkan rasa terkejut sebagai respons atas perkembangan konflik yang berlangsung cepat. Rasa terkejut antara lain dikaitkan dengan kabar serangan militer skala besar yang menargetkan ribuan fasilitas di Iran.

Emosi yang paling sedikit muncul adalah jijik, dengan 281 postingan. Unggahan bernada ini umumnya mencerminkan penolakan terhadap kekerasan, perang, atau tindakan militer yang menimbulkan korban.