Pembahasan mengenai akun Kaskus bernama “Fufufafa” menjadi sorotan luas di media sosial dalam periode 28 Agustus–18 September 2024. Sejumlah warganet menduga akun tersebut terkait dengan Gibran Rakabuming Raka, wakil presiden terpilih. Isu ini memicu perdebatan karena jejak digital akun tersebut disebut memuat konten kontroversial, mulai dari penghinaan terhadap tokoh politik hingga komentar yang dinilai melecehkan.
Isu ini mencuat setelah warganet menemukan jejak digital yang dikaitkan dengan akun “Fufufafa”, termasuk unggahan yang berisi hinaan terhadap Prabowo Subianto. Seiring itu, tagar #FufufafaAdalahGibran sempat menjadi trending dan pemberitaan media turut memperluas jangkauan perbincangan. Dalam analisis percakapan, respons Gibran yang dinilai menghindar juga disebut ikut menambah kontroversi.
Tren pembahasan “Fufufafa” dilaporkan fluktuatif, namun tetap bertahan sebagai topik yang terus diangkat warganet. Sebagian percakapan mengaitkan temuan kontroversi akun tersebut dengan sosok “Mulyono”, sekaligus memunculkan sindiran terhadap tokoh-tokoh politik yang disebut pernah menjadi sasaran hinaan dalam konten akun.
Di platform X, topik ini tercatat memperoleh lebih dari 100 ribu penyebutan (mentions) dengan kecenderungan sentimen 75% negatif. Pemetaan jejaring percakapan (SNA) menunjukkan percakapan didominasi satu klaster bernada negatif terhadap “Fufufafa”, tanpa terlihat klaster yang secara jelas mendukung. Sejumlah akun yang disebut menjadi influencer teratas dalam topik ini antara lain @BudiBukanIntel, @itsurboihyl, @Mythicalforest, @DokterTifa, dan @kafiradikalis.
Topik percakapan di X terkait “Fufufafa” mencakup kontroversi akun, dugaan keterkaitan dengan Gibran Rakabuming, seruan untuk menyerang akun, reaksi publik, serta tanggapan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Tagar-tagar yang muncul merepresentasikan lima tema besar: kritik dan penghinaan, spekulasi hubungan politik, peran media dan informasi digital, isu sosial-politik lain yang mengiringi, serta respons masyarakat.
Dari sisi emosi, analisis percakapan menunjukkan dua emosi dominan, yakni surprise (terkejut) dan anger (marah). Emosi marah dikaitkan dengan isu penghinaan terhadap partai dan tokoh publik, dugaan penyalahgunaan fasilitas negara, serta frustrasi terhadap nepotisme dan penyalahgunaan jabatan. Sementara emosi terkejut muncul, antara lain, karena identifikasi akun yang dianggap tidak sesuai dugaan, adanya penghinaan terhadap tokoh terkenal, serta keterkaitan peran Menkominfo dalam kontroversi.
Analisis bot di X menunjukkan 33,48% akun dapat diidentifikasi jenisnya dengan sebagian besar memperoleh skor 0–1, yang diartikan sebagai akun natural atau dikelola manusia. Sebanyak 1,73% akun lainnya terindikasi sebagai bot. Rata-rata skor bot seluruh percakapan disebut 1,66, yang mengarah pada kesimpulan bahwa mayoritas percakapan didorong oleh akun natural.
Unggahan yang paling banyak di-retweet di X banyak berisi sindiran, peringatan mengenai bahaya akun “Fufufafa”, kritik terhadap respons Kominfo, serta ajakan sebagian warganet untuk menyerang akun tersebut. Sementara gambar dan video yang paling banyak dibagikan berpusat pada isu keterlibatan Prabowo dan Gibran, tuduhan politik dan pembelaan, klarifikasi dan spekulasi, humor dan kritik, hingga tuduhan yang lebih luas.
Di media online, pemberitaan paling banyak mengangkat polemik dugaan pemilik akun “Fufufafa” dan kaitannya dengan Gibran serta keluarganya, termasuk Presiden Joko Widodo. Selain itu, respons Kominfo dan tanggapan Prabowo juga menjadi bagian dari topik yang sering muncul. Dalam pemetaan situs yang paling aktif memberitakan, porsi terbesar disebut berasal dari kilat.com (62%), disusul ayoindonesia.com (8%), pikiran-rakyat.com (6%), gelora.co (4%), dan portal-islam.id (4%).
Perbincangan lintas platform juga terlihat di TikTok, YouTube, Instagram, dan Facebook. Di TikTok, topik “Fufufafa” disebut muncul dalam 197 postingan dengan lebih dari 46 juta engagement. Akun yang disebut memperoleh engagement tertinggi antara lain @ryojaya, @firufd, @polindo.id, @kamikaze0479, dan @fufufafa23. Tema yang mengemuka meliputi dugaan kepemilikan akun oleh Gibran, penghapusan postingan dan kepanikan, penghinaan terhadap Prabowo dan keluarganya, isu gratifikasi dan penghinaan, serta tanggapan publik dan tokoh.
Di YouTube, topik ini tercatat dibahas dalam 2.433 video dengan lebih dari 20 juta engagement. Kanal yang disebut paling banyak mendapat engagement antara lain Refly Harun, Tribunnews, Rocky Gerung Official, Deddy Corbuzier, dan 2045 TV. Video populer membahas apa itu “Fufufafa”, potensi dampak polemik terhadap Gibran, serta spekulasi kepemilikan akun.
Di Instagram, isu “Fufufafa” disebut muncul dalam 260 postingan dengan lebih dari 272 ribu engagement. Akun yang disebut menonjol antara lain Sherly Annavita, Pikiran Rakyat, detikcom, dan kumparan. Sementara di Facebook, topik ini tercatat dalam 490 postingan dengan lebih dari 13 ribu engagement, dengan akun seperti suaradotcom, Regisvine2078, Tempo Media, Satria Piningit, dan JUVENTINI FOREVER disebut sebagai yang paling banyak mendapat engagement.
Dalam kesimpulan analisis, disebutkan bahwa meski Gibran menyangkal memiliki akun “Fufufafa”, bukti digital dinilai mengarah pada kemungkinan keterkaitan sehingga menjadi kontroversi besar menjelang pelantikan. Akun tersebut juga disebut kerap memposting komentar negatif dan provokatif, terutama terhadap Prabowo dan keluarganya, serta komentar yang dinilai melecehkan selebritas perempuan. Namun, identitas pemilik akun disebut belum terkonfirmasi, dan Kominfo juga disebut menyangkal kepemilikan akun tersebut adalah Gibran.

