BERITA TERKINI
Peran CFO Dinilai Kian Strategis di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Peran CFO Dinilai Kian Strategis di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Ketegangan geopolitik dan dinamika global yang sulit diprediksi dinilai membuat masa depan ekonomi dunia berada dalam ketidakpastian. Dalam situasi ini, perusahaan dituntut lebih adaptif menghadapi berbagai skenario, sehingga peran Chief Financial Officer (CFO) dianggap semakin krusial.

Direktur Transformasi, SDM, dan Umum PT Surveyor Indonesia (Persero) Evi Afiatin menilai perusahaan tidak cukup hanya mengejar kinerja jangka pendek. Menurutnya, organisasi perlu disiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan, baik risiko yang datang tiba-tiba maupun peluang yang muncul secara cepat.

Evi mendorong penguatan fundamental perusahaan melalui disiplin finansial, integrasi manajemen risiko, digitalisasi pengambilan keputusan, serta penguatan tata kelola korporasi. Ia menekankan bahwa CFO modern tidak lagi hanya berperan sebagai pengelola anggaran atau penjaga stabilitas laporan keuangan.

Dalam perubahan yang cepat dan tidak linear, CFO dituntut memastikan kesiapan perusahaan untuk bertahan, beradaptasi, dan bergerak cepat ketika risiko muncul maupun peluang terbuka. “CFO harus menjadi strategic partner pertumbuhan bisnis dan penciptaan nilai, memastikan setiap keputusan strategis dapat meningkatkan nilai jangka panjang perusahaan,” kata Evi dalam keterangan tertulis, Sabtu, 26 Februari 2026.

Ia memperkenalkan pendekatan Enterprise Value Architecture (EVA), yang menempatkan fungsi keuangan sebagai perancang sistem penciptaan nilai perusahaan secara terintegrasi. Kerangka ini bertumpu pada tiga pilar utama.

Pilar pertama adalah Financial Strength, yakni membangun neraca yang sehat, likuiditas kuat, serta fleksibilitas modal sebagai peredam guncangan. Pilar kedua, Disciplined Growth, menekankan agar alokasi modal hanya diarahkan pada aktivitas yang menghasilkan nilai lebih tinggi daripada biaya modal. Pilar ketiga adalah Governance and Risk Integration, yaitu mengintegrasikan tata kelola dan manajemen risiko dalam setiap keputusan strategis agar organisasi dapat mengambil keputusan lebih cepat, lebih tepat, dan dengan tingkat keyakinan lebih tinggi.

Evi menyebut pendekatan tersebut telah berkontribusi pada penguatan institusi di organisasi yang pernah dipimpinnya. Saat menjabat Direktur Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), ia memperkuat fondasi perusahaan dari entitas berbasis proyek menjadi institusi dengan arsitektur tata kelola yang lebih matang dan resilien.

Sementara ketika menjadi Direktur Keuangan di Sucofindo, ia menerapkan disiplin finansial dan tata kelola yang disebut berkontribusi pada pencapaian pertumbuhan kinerja tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, sekaligus menutup kesenjangan performa beberapa tahun sebelumnya.

Menurut Evi, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa fungsi keuangan, jika dijalankan secara strategis, dapat menjadi motor penciptaan nilai perusahaan.

Saat ini, sebagai Direktur Transformasi, SDM, dan Umum PT Surveyor Indonesia, Evi mendapat mandat memperkuat fondasi organisasi melalui transformasi terintegrasi antara strategi, pengembangan sumber daya manusia, proses bisnis, dan tata kelola perusahaan. Fokus transformasi diarahkan pada pembangunan organisasi yang adaptif dan berkelanjutan, dengan memastikan struktur, sistem, serta kapabilitas SDM mampu menjawab perubahan bisnis yang semakin cepat dan kompleks.

Dalam proses transformasi tersebut, Surveyor Indonesia disebut terus memperkuat perannya sebagai guardian of assurance. Perusahaan tidak hanya menyediakan layanan assurance, tetapi juga berupaya menjadi penjaga kepercayaan bagi ekosistem industri dan pembangunan nasional melalui konsistensi tata kelola, integritas profesional, serta kualitas keputusan berbasis risiko dan data.