BERITA TERKINI
Pengamat: Kebijakan ESDM Jaga Stabilitas Energi Nasional di Tengah Gejolak Global

Pengamat: Kebijakan ESDM Jaga Stabilitas Energi Nasional di Tengah Gejolak Global

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dinilai berhasil menjaga stabilitas sektor energi nasional di tengah gejolak global, terutama menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H. Stabilitas tersebut disebut terlihat dari harga bahan bakar minyak (BBM) yang tetap terkendali serta distribusi yang dinilai merata di berbagai wilayah.

Pengamat energi dan pertambangan, Dr. Ivan Ferdiansyah Agustinus, menilai capaian itu merupakan hasil kebijakan strategis yang dijalankan secara konsisten oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Menurutnya, dampak kebijakan tersebut sudah dirasakan masyarakat dalam bentuk pasokan yang terjaga dan harga yang stabil.

Ivan menyebut salah satu faktor yang mendukung kondisi tersebut adalah upaya peningkatan lifting minyak nasional, termasuk melalui proyek pengembangan kilang seperti RDMP Balikpapan. Selain itu, ia menilai optimalisasi sumur rakyat turut berkontribusi terhadap peningkatan produksi dalam negeri.

Ia juga menyoroti langkah diversifikasi impor BBM di luar kawasan Timur Tengah serta percepatan transisi energi sebagai strategi untuk mengantisipasi dampak ketegangan geopolitik global. Menurut Ivan, kombinasi kebijakan tersebut membantu Indonesia mengurangi risiko gangguan pasokan.

Dalam penilaiannya, kondisi Indonesia relatif lebih stabil dibanding sejumlah negara lain seperti Kamboja, Laos, Sri Lanka, Thailand, hingga Vietnam yang disebut tengah menghadapi tekanan pasokan dan lonjakan harga energi. Ia menilai kemampuan Indonesia menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga menjadi indikator kebijakan yang ditempuh berjalan sesuai arah.

Ivan menekankan pentingnya pengawalan kebijakan agar target kemandirian dan kedaulatan energi nasional, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, dapat terwujud. Ia menilai tren saat ini membuat swasembada energi semakin realistis untuk dicapai.