Mamuju — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mulai menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup pemerintah setempat. Kebijakan ini dijalankan dengan pola kerja empat hari di kantor dan satu hari bekerja dari rumah.
Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka mengatakan, ASN dijadwalkan masuk kantor pada Senin hingga Kamis, sementara Jumat ditetapkan sebagai hari WFH. Pernyataan itu disampaikan di Mamuju, Senin (30/3).
Menurut Suhardi Duka, kebijakan tersebut merupakan bagian dari arahan pemerintah pusat untuk efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Ia menyebut Pemprov Sulbar menerapkan langkah ini secara bertahap sambil menunggu petunjuk dan aturan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Ia berharap kebijakan WFH dapat membantu menghemat konsumsi BBM sehingga potensi kelangkaan akibat dampak perang global dapat diminimalisir. Suhardi Duka juga menyampaikan bahwa hingga saat ini Sulawesi Barat belum menerima informasi mengenai kenaikan harga bahan pokok, karena pemerintah pusat melakukan subsidi melalui APBN. Ia berharap konflik global tidak berlangsung lama agar kenaikan harga pangan tidak terjadi.
Meski bekerja dari rumah, Suhardi Duka menegaskan ASN tetap wajib menjalankan tugas seperti biasa. Menurutnya, pengurangan perjalanan ke kantor diharapkan dapat menekan penggunaan BBM tanpa mengurangi produktivitas kerja.
Terkait pengawasan, ia memastikan akan ada mekanisme kontrol berbasis laporan kinerja yang wajib diisi ASN. Sistem tersebut mencakup evidensi pekerjaan serta dukungan aplikasi yang disiapkan pemerintah daerah.
Selain untuk internal pemerintahan, Suhardi Duka juga mengimbau masyarakat agar mulai menghemat konsumsi BBM sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi global yang dinilai tidak menentu.

