Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi isu krisis energi global yang melanda berbagai negara, termasuk kawasan Asia. Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana meminta warga tidak menunjukkan kekhawatiran berlebihan dan tetap mengikuti imbauan pemerintah demi menjaga stabilitas daerah.
Wali kota menekankan pentingnya upaya efisiensi energi serta pembatasan mobilitas. Masyarakat diharapkan menggunakan energi secara lebih hemat dan mengurangi perjalanan apabila tidak ada keperluan mendesak.
Meski demikian, Mohan menyebut kondisi di Mataram sejauh ini masih relatif stabil. Menurutnya, stok bahan bakar minyak (BBM) tersedia cukup dan harga belum menunjukkan fluktuasi yang drastis.
Dalam kesempatan itu, wali kota juga mengingatkan para pedagang dan pengecer agar tidak melakukan aksi spekulatif atau penimbunan yang dapat mengganggu pasokan dan merugikan masyarakat luas.
Ia mengajak warga mengedepankan persatuan, menghindari kepentingan pribadi, serta tetap mendukung langkah-langkah pemerintah dalam menghadapi situasi yang dinilai memasuki fase kritis. Mohan menegaskan antisipasi perlu dilakukan tanpa menimbulkan kepanikan.
Terkait langkah konkret pemerintah kota, Mohan sempat menyinggung adanya wacana penggunaan sepeda bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun anak-anak ke sekolah sebagai langkah antisipasi. Namun, ia menegaskan wacana tersebut masih dalam tahap pemantauan situasi dan belum diinstruksikan secara resmi.
Wali kota menambahkan, Pemkot Mataram berkomitmen terus bekerja untuk mengamankan pasokan energi agar tidak berdampak buruk pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

