Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mematangkan persiapan menjadi tuan rumah UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting & Asia-Pacific Forum 2026 yang akan dirangkaikan dengan peringatan HUT Kota Kendari ke-195. Ajang internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 7–9 Mei 2026.
Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, menyampaikan perkembangan kesiapan itu dalam rapat pemantapan kepanitiaan yang digelar di Ruang Samaturu, Balai Kota Kendari, Kamis (26/03/2026). Ia menyatakan optimistis terhadap progres persiapan yang berjalan.
Menurut Siska, persiapan fisik dan administratif telah mencapai sekitar 70 persen dan kini memasuki tahapan pelaksanaan teknis di lapangan. Hingga saat ini, sekitar 250 delegasi disebut telah melakukan registrasi, termasuk perwakilan dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik.
Pemkot Kendari juga menyiapkan pelibatan masyarakat untuk menyemarakkan agenda tersebut. Siska menyebut keterlibatan dilakukan mulai dari tingkat RT/RW hingga camat dan lurah. Selain itu, produk lokal seperti kerajinan tangan, produk UMKM, hingga sektor industri direncanakan dipasarkan kepada tamu internasional sebagai dukungan bagi ekonomi kerakyatan.
Forum ini mengusung tema “Memajukan Pariwisata Berkelanjutan untuk Masa Depan Tangguh dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif”. Pemkot Kendari menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi wisata kota, di antaranya Teluk Kendari, Pantai Nambo, Jembatan Teluk Kendari, serta inovasi wisata seperti tur layar dan makan malam di atas kapal.
Selain agenda rapat, rangkaian kegiatan juga direncanakan diisi acara budaya dan lingkungan. Beberapa di antaranya penanaman pohon endemik di Kebun Raya Kendari, lomba perahu hias dan gala dinner di RTH Papalimba Puday, festival adat dan kuliner tradisional di Pantai Nambo, serta malam ramah tamah di Lapangan Benu-Benua yang disebut akan menghadirkan artis ibu kota.
Siska menegaskan kesiapan fasilitas penunjang, mulai dari akomodasi hotel hingga transportasi, untuk menyambut para tamu. Ia juga menyatakan Pemkot melibatkan unsur luar serta mengupayakan agar potensi kota, termasuk budaya lokal dan keramahan masyarakat, menjadi daya tarik utama.

