Pemerintah menyatakan optimistis target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,4 persen pada 2026 tetap dapat dicapai di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan perang yang membayangi perekonomian global.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menilai stabilitas makroekonomi yang terjaga menjadi modal utama untuk mengejar target tersebut. Pemerintah juga menekankan reformasi struktural yang berjalan konsisten diperkirakan memperkuat daya tahan ekonomi nasional.
“Kami akan menjaga stabilitas dan memastikan kebijakan yang diambil adaptif terhadap perkembangan global,” ujar Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Kamis (26/3/2026). Ia menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam merespons volatilitas pasar keuangan dunia.
Target pertumbuhan 5,4 persen telah ditetapkan dalam kerangka asumsi makro APBN 2026. Sebagai pembanding, ekonomi nasional pada tahun sebelumnya tumbuh 5,11 persen, sedikit di bawah target 5,2 persen.
Haryo menyampaikan fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih kuat dan resilien, ditopang koordinasi kebijakan yang solid antara pemerintah pusat dan otoritas moneter terkait.
Dari sisi permintaan domestik, konsumsi masyarakat masih menjadi penopang utama pertumbuhan hingga kuartal ini. Pemerintah juga melanjutkan stimulus fiskal serta program bantuan sosial untuk menjaga daya beli.
Di sektor riil, aktivitas manufaktur disebut berada dalam fase ekspansi. Indikator Purchasing Managers' Index (PMI) tercatat pada level 53,8, yang disebut sebagai capaian tertinggi dalam dua tahun terakhir.
Pada aspek fiskal, penerimaan pajak hingga Februari 2026 dilaporkan tumbuh 30,4 persen. Pemerintah berencana terus mengoptimalkan sistem digitalisasi Coretax untuk memperkuat basis penerimaan negara dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Pemerintah juga menyampaikan ketahanan pangan dan energi semakin menguat melalui pencapaian swasembada pada komoditas pangan utama. Selain itu, surplus produksi energi melalui program biodiesel disebut menjadi bantalan dalam menghadapi gejolak harga minyak dunia.
Untuk strategi jangka panjang, pemerintah memfokuskan kebijakan pada hilirisasi industri dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Transformasi ekonomi digital juga terus dipercepat guna menciptakan sumber pertumbuhan baru yang lebih hijau dan berkelanjutan.

