Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipengaruhi fluktuasi pasar, tekanan geopolitik, dan perubahan kebijakan ekonomi di berbagai negara, pemerintah menegaskan upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan strategis. Kekuatan fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kokoh, ditopang kombinasi kebijakan fiskal, stabilitas sektor keuangan, serta ketahanan permintaan domestik.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara belanja negara dan stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang lebih disiplin. Menurutnya, pengetatan anggaran dilakukan merespons meningkatnya usulan belanja dari kementerian dan lembaga yang berpotensi membebani keuangan negara. Pengendalian anggaran dinilai penting untuk menjaga ruang fiskal agar dapat digunakan secara optimal bagi kebutuhan prioritas.
Purbaya menekankan pemangkasan anggaran tidak dimaksudkan untuk menghambat pertumbuhan ekonomi. Pemerintah, kata dia, tetap memastikan aktivitas ekonomi berjalan normal dengan menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga. Disiplin fiskal dipandang sebagai fondasi untuk menjaga kepercayaan pasar dan membangun stabilitas jangka panjang.
Ia juga menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 diperkirakan tetap berada di kisaran positif, didorong momentum konsumsi selama Ramadan dan Idulfitri. Konsumsi domestik disebut masih menjadi motor utama pertumbuhan. Karena itu, kebijakan pemerintah diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai instrumen, termasuk subsidi energi dan bantuan sosial.
Selain menjaga disiplin anggaran, Purbaya menyoroti pentingnya ketepatan realisasi belanja negara. Belanja pemerintah perlu dilakukan tepat waktu agar dampaknya terhadap perekonomian lebih maksimal. Dengan pengelolaan anggaran yang lebih terarah, pemerintah berharap setiap rupiah belanja negara memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dari sisi lain, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyatakan secara fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan resilien. Stabilitas makroekonomi, menurutnya, tercermin dari pertumbuhan yang konsisten serta inflasi yang berada dalam kisaran target. Kemampuan pemerintah menjaga inflasi melalui kebijakan stabilisasi harga disebut menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya beli.
Haryo juga menilai permintaan domestik tetap menjadi kekuatan utama. Konsumsi rumah tangga yang masih tinggi, didukung stimulus fiskal, menunjukkan aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat berjalan dengan baik. Ia menambahkan sektor manufaktur turut menunjukkan ekspansi positif yang mencerminkan peningkatan aktivitas produksi.
Ketahanan fiskal turut disebut memperkuat fondasi ekonomi. Haryo menyampaikan penerimaan negara, terutama dari sektor pajak, menunjukkan pertumbuhan signifikan. Reformasi perpajakan dan digitalisasi administrasi dinilai meningkatkan kepatuhan sekaligus memperluas basis penerimaan. Ia juga menyinggung capaian swasembada pada sejumlah komoditas serta penguatan program energi seperti biodiesel sebagai faktor yang dinilai mendukung daya tahan Indonesia terhadap gejolak global.
Sementara itu, dari perspektif sektor keuangan, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan Dian Ediana Rae menyatakan industri perbankan nasional tetap solid meski ada tekanan dari sentimen global. Ia menyebut indikator utama perbankan menunjukkan kondisi sehat, ditandai pertumbuhan kredit yang stabil, peningkatan dana pihak ketiga, serta rasio kredit bermasalah yang tetap terkendali.
Dian menambahkan tingkat permodalan yang tinggi memberi ruang bagi perbankan untuk berekspansi sekaligus menghadapi potensi risiko. Ia juga menilai struktur pendanaan yang didominasi dana domestik membuat ketergantungan terhadap pendanaan eksternal relatif rendah, sehingga perbankan Indonesia dinilai lebih tahan terhadap gejolak pasar global dibanding negara yang bergantung besar pada modal asing.
Secara keseluruhan, stabilitas ekonomi nasional dinilai tidak hanya bergantung pada kebijakan jangka pendek, tetapi juga konsistensi menjaga fundamental. Melalui strategi yang tepat dan implementasi yang disiplin, pemerintah menilai Indonesia dapat mempertahankan ketangguhan dan kemampuan beradaptasi di tengah dinamika global.

