Pemerintah tengah mengkaji penerapan bekerja dari rumah (work from home/WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai langkah antisipasi terhadap potensi krisis bahan bakar minyak (BBM) di tengah dinamika konflik global. Wacana ini disebut sebagai bagian dari strategi penghematan konsumsi BBM.
Presiden Prabowo mempertimbangkan opsi WFH bagi ASN, termasuk kemungkinan pengurangan hari kerja. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menekan kebutuhan mobilitas harian, sehingga konsumsi BBM dapat dikurangi.
Pertimbangan ini muncul seiring kekhawatiran terhadap dampak krisis energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah. Pemerintah menilai perlu menyiapkan langkah mitigasi agar aktivitas pemerintahan tetap berjalan sekaligus menjaga efisiensi penggunaan energi.
Hingga kini, kajian tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemerintah belum menyampaikan rincian lebih lanjut mengenai skema pelaksanaan, waktu penerapan, maupun bentuk pengaturan teknis apabila kebijakan ini diberlakukan.

