BERITA TERKINI
Pemerintah Pantau Dampak Konflik Global, Ketahanan Energi Nasional Diklaim Tetap Aman

Pemerintah Pantau Dampak Konflik Global, Ketahanan Energi Nasional Diklaim Tetap Aman

Ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan dunia belakangan memicu kekhawatiran publik terhadap potensi dampaknya pada sektor energi global. Konflik yang melibatkan negara-negara besar di Timur Tengah serta dinamika hubungan antarnegara dinilai dapat memengaruhi stabilitas harga minyak dan rantai pasok energi internasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi memberi tekanan pada pasokan energi dunia. Meski demikian, ia menegaskan pemerintah terus melakukan pengecekan untuk memastikan ketahanan energi nasional tetap aman.

“Meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi memberikan tekanan terhadap rantai pasok energi global. Namun, pemerintah terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala guna memastikan bahwa ketahanan energi nasional tetap dalam kondisi aman,” ujar Airlangga.

Pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait, menurut Airlangga, melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan harga minyak dunia dan dinamika pasokan energi global. Langkah tersebut dilakukan agar potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini.

Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor juga diperkuat agar kebijakan yang diambil tetap responsif terhadap perkembangan situasi global tanpa mengganggu stabilitas di dalam negeri.

Dalam pengelolaan energi nasional, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat dan sektor industri. Upaya itu antara lain memastikan cadangan energi nasional berada pada level aman serta memperkuat sistem distribusi agar tetap berjalan lancar di seluruh wilayah.

“Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat,” kata Airlangga.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Putri Zulkifli Hasan mengapresiasi kesiapsiagaan pemerintah dalam mengantisipasi eskalasi konflik di Timur Tengah. Ia menilai respons cepat diperlukan untuk mengamankan jalur perdagangan minyak dunia, terutama Selat Hormuz yang disebut sebagai titik vital distribusi global.

“Langkah pemerintah memastikan cadangan energi tetap aman adalah sinyal positif. Adanya kerja sama strategis antara Pertamina dengan perusahaan global, memastikan jalur suplai alternatif tetap terbuka jika terjadi gangguan distribusi dunia,” ujar Putri.

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah menyatakan ketahanan energi Indonesia tetap dalam kondisi aman. Masyarakat juga diimbau tidak terpengaruh spekulasi maupun informasi yang belum terverifikasi terkait potensi krisis energi.