Pemerintah menyatakan pasar Surat Berharga Negara (SBN) tetap solid di tengah tekanan global. Ke depan, stabilitas pasar SBN disebut akan terus dijaga melalui koordinasi kebijakan yang erat dengan otoritas moneter.
Selain mengandalkan pasar domestik, pemerintah juga menerbitkan SBN dalam valuta asing (valas) di pasar global. Pada awal 2026, pemerintah menerbitkan global bond senilai US$ 2,7 miliar dengan memanfaatkan momentum likuiditas awal tahun secara prudent dan terukur.
Penerbitan global bond tersebut terdiri atas tenor 5 tahun sebesar US$ 1,1 miliar dengan yield 4,4%, tenor 10 tahun sebesar US$ 1,1 miliar dengan yield 5%, serta tenor 30 tahun sebesar US$ 500 juta dengan yield 5,5%.
Permintaan investor atas penerbitan tersebut tercatat mencapai US$ 7,7 miliar. Bid to cover ratio dilaporkan sebesar 2,6 kali untuk tenor 5 dan 10 tahun, serta 3,8 kali untuk tenor 30 tahun.

