Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menyatakan tengah berupaya mendiversifikasi sumber pasokan nafta ke negara-negara di luar Timur Tengah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan industri plastik dalam negeri di tengah konflik yang terjadi di kawasan tersebut.
Wakil Menteri Perindustrian Faizol Riza mengatakan, sejumlah wilayah yang kini menjadi opsi pencarian pasokan antara lain Afrika, Amerika, China, serta negara-negara lain yang tidak terdampak perang. "Nafta ada beberapa pilihan sekarang. Ada dari Afrika, kemudian ada dari China, ada dari Amerika, dan beberapa tempat lain. Jadi memang tidak mudah mencarinya sekarang," ujarnya kepada wartawan di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Menurut Faizol, pemerintah juga melakukan penghitungan efisiensi biaya logistik secara paralel dalam proses diversifikasi tersebut. Perhitungan ini disebut penting untuk menjaga keberlangsungan biaya operasional.
Selain memperluas sumber pasokan nafta, pemerintah juga mendorong industri dalam negeri untuk mempertimbangkan bahan baku alternatif, seperti liquified petroleum gas (LPG) dan minyak kelapa sawit (CPO).