PT Pegadaian menjalin kerja sama internasional dengan SMBC Corporation melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Tokyo, Jepang. Kesepakatan ini menjadi bagian dari langkah Pegadaian memperkuat kapasitas pendanaan dan mendukung ekspansi bisnis berkelanjutan, termasuk melalui skema pinjaman luar negeri.
Penandatanganan MoU dilakukan dalam rangkaian Indonesia Japan Strategic Partnership Forum, sebuah forum kolaborasi ekonomi Indonesia-Jepang yang mengusung tema value co creation untuk membangun masa depan energi, industri, dan rantai pasok global. Forum tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah hingga pelaku industri dari kedua negara, serta menjadi momentum untuk mengidentifikasi peluang kerja sama baru dengan mengacu pada kerangka Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA).
MoU Pegadaian dan SMBC turut disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Sejumlah pejabat dan pimpinan lembaga keuangan dari Indonesia dan Jepang juga hadir dalam kesempatan tersebut.
Dalam kerja sama ini, SMBC akan menyediakan fasilitas kredit untuk Pegadaian. Fasilitas tersebut mencakup skema pembiayaan tematik, termasuk social loan yang berfokus pada sektor-sektor berdampak sosial tinggi.
Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menyatakan kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kerangka keberlanjutan perusahaan. “Pegadaian dan SMBC akan bersama-sama menyusun dan memperkuat Kerangka Keberlanjutan Pegadaian (Pegadaian Sustainability Framework), termasuk pengembangan fasilitas Orange Loan sebagai bagian dari solusi pembiayaan berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance). Inisiatif ini akan dipersiapkan bersama dengan Unit ESG Solutions SMBC, sehingga sejalan dengan standar internasional dan mendukung target keberlanjutan nasional,” ujar Ferdian.
Pegadaian menempatkan penguatan aspek ESG sebagai salah satu fokus dalam kolaborasi ini, sejalan dengan upaya perusahaan mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam lini bisnisnya. Ferdian menambahkan, kerja sama ini diharapkan ikut mendukung pengembangan produk pembiayaan tematik seperti Social Loan dan Orange Loan yang selaras dengan prioritas pembangunan pemerintah serta kerangka IJEPA.
Sepanjang 2025, Pegadaian juga mencatat sejumlah pengakuan internasional terkait instrumen keuangan berbasis sosial dan berkelanjutan. Penghargaan tersebut antara lain datang dari IFN Awards, The Asset Triple A Sustainable Finance Awards, serta Alpha Southeast Asia.
Kolaborasi dengan SMBC dinilai dapat meningkatkan kapasitas pendanaan Pegadaian sekaligus membuka peluang pengembangan produk pembiayaan baru. Pegadaian menyebut sinergi dengan mitra global sebagai bagian dari strategi transformasi untuk memperkuat daya saing di tingkat regional.
Selain itu, sebagai bagian dari ekosistem bullion di Indonesia, Pegadaian terus memperluas perannya dengan menempatkan penguatan pendanaan sebagai salah satu kunci pengembangan ekosistem tersebut. Ke depan, perusahaan menyatakan komitmen untuk meningkatkan kapabilitas melalui pendanaan domestik maupun kerja sama internasional guna memperluas akses pembiayaan, terutama bagi segmen mikro dan kecil.
Pegadaian juga menegaskan pentingnya penguatan implementasi standar ESG internasional agar pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan. Dengan dukungan pemerintah Indonesia dan Jepang, kerja sama ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi lintas negara yang menciptakan nilai tambah bagi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

