PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Tabanan menggelar sosialisasi dan konsolidasi untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus jaring pengaman sosial berbasis desa, menyusul ancaman krisis global dan potensi kemarau panjang. Kegiatan berlangsung di Pondok Indi, Penebel, Minggu (19/4/2026), melibatkan kader partai dari struktur hingga tingkat akar rumput.
Agenda ini merupakan tindak lanjut instruksi DPP PDIP agar daerah bersikap sigap menghadapi dampak krisis global, khususnya pada sektor pangan dan sosial. Anggota DPRD Provinsi Bali Ni Made Usmantari membuka kegiatan mewakili Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster. Ia menekankan ketahanan pangan sebagai fondasi menjaga stabilitas daerah.
“Ini bukan sekadar isu sektoral, tapi menyangkut stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Harus ada kerja nyata, terukur, dan terorganisir,” kata Usmantari. Menurutnya, seluruh struktur partai perlu bergerak terpadu untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan yang cukup dan berkualitas di tengah ketidakpastian global.
Konsolidasi tersebut dihadiri jajaran pengurus DPC PDIP Tabanan, Fraksi PDIP DPRD Tabanan, serta pengurus PAC se-Kabupaten Tabanan. Keterlibatan unsur legislatif dinilai penting untuk mengawal kebijakan dan dukungan anggaran bagi program ketahanan pangan.
Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Tabanan turut dilibatkan. Peran perempuan dinilai strategis dalam menjaga ketahanan pangan keluarga, terutama melalui pemanfaatan pekarangan rumah tangga.
Wakil Ketua DPC PDIP Tabanan yang juga Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga menegaskan gerakan ketahanan pangan perlu dimulai dari bawah dan dilakukan secara berkelanjutan. Ia menyebut ancaman krisis global sebagai momentum memperkuat kemandirian pangan daerah. “Ketahanan pangan harus dimulai dari desa, dari keluarga, dan dari petani. Jangan tunggu krisis datang baru bergerak,” ujarnya.
Dalam pemaparan materi, narasumber Made Urip menyampaikan empat pilar penguatan ketahanan pangan, yakni perbaikan infrastruktur pertanian, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pupuk, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani, dan optimalisasi pemanfaatan lahan.
Made Urip juga menekankan pentingnya memaksimalkan lahan tidur dan pekarangan sebagai sumber pangan alternatif. “Dalam kondisi krisis, semua potensi lahan harus dimaksimalkan,” kata politisi senior PDIP asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan.
Program ini dirancang berkelanjutan melalui PAC di seluruh kecamatan, dengan harapan gerakan ketahanan pangan tidak berhenti sebagai program jangka pendek, melainkan menjadi budaya masyarakat. Sebagai simbol komitmen, kegiatan ditutup dengan penanaman bibit singkong di lahan seluas 1 are oleh peserta. Singkong dipilih karena dinilai tahan terhadap kemarau dan mudah dibudidayakan.