BERITA TERKINI
PBNU Dorong Zakat Jadi Instrumen Ketahanan Masyarakat Hadapi Dampak Krisis Global

PBNU Dorong Zakat Jadi Instrumen Ketahanan Masyarakat Hadapi Dampak Krisis Global

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai zakat dapat menjadi instrumen strategis untuk memitigasi dampak krisis global yang turut dirasakan Indonesia, termasuk imbas konflik bersenjata di Timur Tengah. Penilaian tersebut disampaikan dalam acara Halal Bihalal Perkumpulan Organisasi Zakat (Poroz) yang digelar di Gedung PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2026).

Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni hadir mewakili Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Ia menyebut konflik Iran dengan Amerika dan Israel berpotensi memicu dampak ekonomi serius, mulai dari terganggunya pasokan energi hingga kenaikan harga kebutuhan pokok. Kondisi tersebut dinilai berisiko memperparah kemiskinan masyarakat.

“Ketua Umum (Gus Yahya) berharap Poroz ikut memikirkan mitigasi dampak perang di Timur Tengah, yang juga dampaknya dirasakan di Indonesia,” ujar Amin Said.

Untuk merespons situasi itu, PBNU menginisiasi Gerakan Peningkatan Ketahanan Masyarakat sebagai upaya membantu warga menghadapi krisis akibat perang. Dalam gerakan tersebut, zakat ditempatkan sebagai salah satu pilar utama.

“Zakat sebetulnya sangat diharapkan untuk bisa menjadi solusi dalam meningkatkan ketahanan masyarakat,” kata Amin Said.

Dalam kesempatan yang sama, Amin Said menyampaikan apresiasi Gus Yahya atas capaian pengumpulan zakat oleh lembaga-lembaga yang tergabung dalam Poroz. Meski demikian, ia menekankan bahwa potensi zakat yang dinilai masih sangat besar memerlukan pengelolaan yang lebih intensif ke depan.

“Gus Yahya mengapresiasi capaian lembaga amil zakat yang bergabung dalam Poroz, yang dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan dalam pengumpulan zakat,” ujarnya.

PBNU juga mendorong lembaga amil zakat yang terhimpun di Poroz untuk memperkuat sinergi, tidak hanya dalam penghimpunan, tetapi juga dalam program pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi antar-lembaga dinilai penting agar penyaluran zakat lebih terarah dan dampaknya lebih nyata.

“Ketua Umum berharap Lembaga Amil Zakat yang berhimpun di Poroz berkolaborasi dalam pemberdayaan, sehingga pemanfaatan zakat ke depan dapat lebih terkonsentrasi,” kata Amin Said.