NAKHON RATCHASIMA — Cabang olahraga para atletik Indonesia mencatat hasil menonjol pada ASEAN Para Games 2025 di Nakhon Ratchasima, Thailand. Hingga memasuki hari keempat pertandingan, para atletik telah mengumpulkan 38 medali emas, melampaui target awal 25 emas yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Kontribusi tersebut turut mendongkrak total perolehan emas kontingen Indonesia menjadi 82 medali emas hingga Sabtu, 24 Januari 2026 pukul 14.14 WIB.
Pelatih Kepala Para Atletik Indonesia, Slamet Widodo, menyampaikan bahwa capaian ini didukung doa dan dukungan masyarakat Indonesia sejak awal kejuaraan. Ia juga menekankan perolehan emas masih berpotensi bertambah karena masih ada nomor yang dipertandingkan.
“Terima kasih berkat doa dari masyarakat Indonesia alhamdulillah para atletik bisa melampaui target. Target awal 25 sampai malam ini sudah 38 medali emas dan ini masih bisa bertambah karena masih ada yang tanding malam ini dan besok,” ujar Slamet.
Slamet mengaku bangga karena para atlet mampu menjaga fokus dan konsistensi di tengah tekanan kompetisi kawasan Asia Tenggara. Ia menyebut sejumlah atlet yang semula ditargetkan meraih perak justru mampu merebut emas, sementara target emas di nomor lain juga terpenuhi.
“Semangat anak-anak disini luar biasa, yang semula di targetkan meraih medali perak justru disini bisa meraih medali emas, yang ditarget medali emas juga tercapai sehingga melebihi target yang sudah ditetapkan,” ucapnya.
Dalam empat hari pelaksanaan, nomor-nomor unggulan seperti lari dan lompat jauh menjadi penyumbang utama emas bagi Indonesia.
Slamet menilai pencapaian ini menjadi fondasi menuju ajang yang lebih tinggi, seperti Asian Para Games hingga Paralimpiade. Ia mengatakan atlet dengan catatan limit yang baik akan dipromosikan, sementara atlet lain tetap didorong untuk melanjutkan latihan setelah kembali dari pemusatan latihan nasional.
“Anak-anak yang nanti limitnya bagus akan kita promosikan ke Asian Para Games Jepang, untuk yang belum tetap kita dorong kita beri semangat supaya nanti sekembalinya dari pelatnas bisa terus latihan karena banyak yang masih muda berpotensi bahkan debutan bisa berkembang ke level lebih tinggi,” ujarnya.
Ia juga menyebut sejumlah atlet muda telah masuk catatan pembinaan jangka panjang menuju Paralimpiade.
“Kemudian ada beberapa yang menjadi catatan bisa masuk ke paralimpiade, kemudian ada atlet baru yang juga bagus, intinya masih banyak yang muda-muda yang bisa kita proyeksikan ke paralimpiade, mohon doanya,” ucap Slamet.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai raihan 82 emas sebagai bukti kerja keras para atlet Indonesia di ajang tersebut. “Alhamdulillah di hari ini kita sudah meraih 82 emas, artinya perjuangan keras para atlet kita berhasil mencapai target perolehan emas di ASEAN Para Games 2025 Thailand,” kata Erick.
Erick juga menyampaikan apresiasi kepada atlet dan ofisial, serta menyebut Indonesia masih berada di peringkat kedua klasemen sementara. “Hingga hari ini kita juga masih mempertahankan posisi di ranking kedua. Saya betul-betul bangga terhadap kontingen merah putih yang tidak pernah mengendur semangat dan upayanya sejak hari pertama pertandingan,” ujarnya.
Ia menegaskan pencapaian itu turut ditopang peran NPC Indonesia, jajaran Chief de Mission (CdM), serta doa masyarakat. “Tentu ini tak lepas dari dukungan NPC dan CDM. Selain itu, doa dari masyarakat Indonesia,” kata Erick.
Chief de Mission Indonesia, Reda Mantovani, menyebut hasil sementara ini mencerminkan kerja keras, disiplin, dan semangat juang para atlet. “Capaian ini merupakan bukti nyata kerja keras, disiplin, dan semangat juang tanpa batas dari para atlet. Kami optimis Kontingen Indonesia dapat menutup ASEAN Para Games Thailand 2025 dengan hasil terbaik,” kata Reda.
ASEAN Para Games ke-13 di Thailand dijadwalkan berakhir pada Senin, 26 Januari 2026.

