Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang berupaya mengambil peran aktif dalam menjaga ketertiban dunia dan merespons konflik global.
Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menilai Indonesia sebaiknya terlibat dalam upaya penyelesaian konflik internasional sesuai amanat Undang-Undang Dasar, alih-alih hanya menjadi penonton. Ia menyampaikan pernyataan itu di Gedung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026) malam.
“Kami juga mendukung penuh langkah-langkah Pak Prabowo untuk ikut sebagaimana peran Undang-Undang Dasar, ikut menjaga ketertiban dunia. Prinsipnya kita lebih bagus ikut dalam penentuan ketimbang kita cuma di luar, enggak bisa berbuat apa-apa,” kata Zulhas.
Dalam keterangannya, Zulhas menyinggung sejumlah konflik yang tengah berlangsung, termasuk situasi di Gaza serta ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menurut dia, Indonesia perlu berupaya mendorong penghentian konflik tersebut meski langkah itu tidak mudah.
“Oleh karena itu ada usaha untuk menyetop apa yang dilakukan Israel di Gaza. Tentu tidak mudah, tapi usaha harus ada. Kalau enggak masa kita marah-marah saja?” ujarnya.
Zulhas juga menyebut konflik lain di berbagai kawasan, mulai dari Rusia dan Ukraina hingga ketegangan di Asia. “Pakistan, Afghanistan perang, Thailand sama Kamboja belum selesai, Rusia–Ukraina, tambah lagi yang paling berat ini gabungan Amerika, Israel, dan Iran yang akan memberikan dampak sangat luas,” kata dia.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo disebut telah mendapatkan dukungan dari Pakistan untuk mencoba menengahi konflik yang terjadi. “Bapak Presiden mencoba, bahkan sudah dapat dukungan dari Pakistan untuk mencoba menengahi, menjembatani. Walaupun mungkin peluangnya kecil, tapi kita mencoba sesuatu. Kami dukung penuh,” kata Zulhas.
Selain aspek diplomasi, Zulhas juga menilai eskalasi konflik internasional berpotensi memengaruhi stabilitas global dan berdampak pada Indonesia. “Walaupun kita jauh, tentu juga akan memberikan dampak di berbagai negara termasuk Indonesia,” ucapnya.
Menurut Zulhas, situasi global yang tidak menentu menuntut Indonesia menjaga stabilitas nasional dan memperkuat persatuan. “Oleh karena itu yang pertama kita perlu stabilitas, perlu persatuan menghadapi dunia yang tidak menentu,” ujarnya.

