BERITA TERKINI
Pagar Laut di Pesisir Tangerang Dinilai Kurangi Abrasi, Namun Picu Dampak Sosial dan Gangguan Ekosistem

Pagar Laut di Pesisir Tangerang Dinilai Kurangi Abrasi, Namun Picu Dampak Sosial dan Gangguan Ekosistem

Pembangunan pagar laut di pesisir Tangerang, Banten, dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi terhadap ancaman abrasi dan bencana alam. Infrastruktur ini diproyeksikan melindungi wilayah pesisir, masyarakat, serta aset penting dari dampak perubahan iklim. Namun, keberadaannya juga memunculkan sejumlah konsekuensi bagi kehidupan sosial warga, terutama nelayan, serta bagi ekosistem pesisir.

Dalam kajian kualitatif yang menganalisis dampak sosial dan lingkungan dari pembangunan pagar laut tersebut, ditemukan bahwa struktur pelindung pantai tidak hanya berfungsi menahan gelombang, tetapi turut memengaruhi pola kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut. Kompleksitas dampak ini membuat evaluasi menyeluruh diperlukan agar tujuan perlindungan pesisir tidak menimbulkan kerentanan baru.

Secara umum, pagar laut dipahami sebagai struktur yang dibangun untuk melindungi wilayah pesisir dari gelombang laut dan abrasi. Sejumlah rujukan penelitian menilai pagar laut dapat menurunkan risiko bencana, tetapi berpotensi menimbulkan dampak samping terhadap masyarakat dan lingkungan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) antara lain menyebutkan bahwa fungsi pengurangan risiko bencana dapat berjalan bersamaan dengan munculnya dampak negatif yang perlu dikelola.

Dari sisi sosial, kajian menyoroti dampak terhadap masyarakat nelayan. Sejumlah penelitian sebelumnya, termasuk oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menunjukkan pembangunan pagar laut dapat mengganggu akses nelayan ke lokasi penangkapan ikan. Hambatan akses ini berpotensi memengaruhi aktivitas melaut dan mata pencaharian, mengingat nelayan sangat bergantung pada kelancaran mobilitas menuju area tangkap.

Selain itu, dampak lingkungan juga menjadi perhatian. LIPI mencatat bahwa pembangunan pagar laut dapat mengubah habitat biota laut. Perubahan kondisi pesisir akibat keberadaan struktur fisik berisiko memengaruhi keseimbangan ekosistem setempat, yang pada akhirnya dapat berimbas pada ketersediaan sumber daya perikanan.

Aspek lain yang mengemuka adalah proses pengambilan keputusan. Penelitian oleh Universitas Indonesia menekankan bahwa kurangnya partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pembangunan infrastruktur pesisir dapat memicu konflik sosial. Dalam konteks Tangerang, keterlibatan warga dinilai penting agar kebijakan mitigasi bencana selaras dengan kebutuhan masyarakat yang terdampak langsung.

Kesimpulan kajian menegaskan bahwa pembangunan pagar laut di Tangerang perlu dikelola dengan mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan secara bersamaan. Rekomendasi yang diajukan menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait pembangunan infrastruktur pesisir, sebagai bagian dari upaya mencari solusi yang berkelanjutan.